Langsung ke konten utama

Kesepakatan Bersejarah Tercapai Untuk Kurangi Ancaman Ozon

Montreal (ANTARA News) - Hampir 200 negara sepakat untuk mempercepat penghapusan bahan-bahan kimia yang membahayakan ozon dan yang mempercepat pemanasan global, ungkap Badan PBB untuk Program Lingkungan Hidup (UNEP), Sabtu.

Kepala UNEP, Achim Steiner, menyambut kesepakatan dari berbagai pemerintah untuk melarang hidrochlorofluorkarbons (HCFC) sebagai "sinyal penting" dalam usaha memperlambat perubahan iklim. UNEP juga menyambut kesediaan China untuk kembali kepada kesepakatan itu.

"Mungkin itu adalah terobosan terpenting dalam proses perundingan lingkungan hidup internasional selama lima atau enam tahun," kata Steiner.

"Bersejarah adalah kata yang sering digunakan secara berlebihan, kecuali dalam kesepakatan yang dibuat di Montreal ini. Para pemerintahan mendapat kesempatan emas dalam menghadapi tantangan kembar yaitu perubahan iklim dan perlindungan terhadap lapisan ozon, dan mereka menggunakan kesempatan itu," kata Steiner.

Kesepakatan itu datang pada saat para pemimpin dunia, Senin, akan menghadiri konferensi tingkat tinggi pertama PBB yang bertujuan memecahkan jalan buntu dalam usaha menghasilkan kesepakatan global mengenai gas rumah kaca.

Kesepakatan itu menyebutkan bahwa negara-negara maju paling lambat akan menghapuskan produksi HCFC pada 2020 sedangkan negara-negara berkembang paling lambat pada 2030, atau 10 tahun lebih cepat dari yang dijanjikan sebelumnya.

Kesepakatan itu juga mengganti jadwal yang telah disusun pada 1987 di bawah Protokol Montreal yang bertujuan menghapuskan penggunaan HCFC dan bahan-bahan kimia sejenis yang biasa ditemukan di kulkas, pemadam atau "hairspray".

Tujuan dari kesepakatan Montreal, baik yang awal maupun terbaru, adalah untuk memperlambat dan akhirnya membantu membalik proses membesarnya lubang lapisan ozon.

Lapisan tersebut melindungi bumi dan manusia dari bahaya sinar matahari yang dapat menyebabkan kanker kulit dan mempercepat pemanasan global.

Steiner menyambut China atas dukungan negara itu terhadap perundingan tersebut. China adalah negara terbesar pembuat dan pengguna HCFC.

"Yang kita bahas adalah formula berbagi beban, di mana masyarakat internasional menolong negara-negara tertentu seperti China, yang...di Montreal telah menunjukkan kemauan yang sangat baik agar tercapai suatu kesepakatan internasional."

Kesepakatan itu ditujukan dengan target pembekuan produksi dan penghapusan sepenuhnya HCFC, yang awalnya menjadi populer sebagai pengganti chlorofluorocarbon (CFC) yang biasa digunakan sebagai pendingin di bidang industri.

Negara-negara berkembang dalam kesepakatan itu bersedia menghentikan produksi HCFC dan menggunakannya pada 2013, dari yang awalnya 2016. Penghentian secara penuh produksi harus sudah terlaksana pada 2030.

Negara-negara maju berjanji untuk mengurangi pemakaian HCFC hingga 75 persen paling lambat 2010, dan sepenuhnya menghentikan penggunaan dan produksi HCFC pada 2020.

UNEP dalam pernyataannya menyebutkan keberhasilan konferensi Montreal itu merupakan pendorong bagi perundingan konvensi iklim PBB yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada Desember.

Di AS, Gedung Putih menyambut kesepakatan Montreal itu lewat pernyataan "salah satu aksi global yang paling berarti dalam melawan perubahan iklim". (*)

Copyright © 2007 ANTARA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jawa Tengah dan Jawa Timur dilanda Banjir

Solo,Greenpress-Dipenghujung tahun 2007, sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jateng) dilanda banjir yang merendam pemukiman warga bahkan menelan korban jiwa dan puluhan orang dinyatakan hilang.

Kota Solo Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang terparah dilanda banjir yang berasal dari luapan Sungai Begawan Solo dengan ketinggian air mencapai 3 meter yang merendam rumah warga. Tak heran kalau banjir kali ini disebut yang terbesar yang melanda Solo sejak 1966.

Ribuan warga terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi yang dianggap aman. ”Untuk Solo, memang ada sejumlah wilayah yang dilewati Sungai Bengawan Solo,”kata Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Pemkot Solo Purnomo Subagyo seperti dilansir Sindo (27/12).

Tim SAR yang terdiri atas Tim Solo Emergency Response Unit (SERU), aparat Polri dan TNI serta warga yang menggunakan peralatan seadanya membantu evakuasi warga.Mereka menggunakan perahu karet menyisir satu per satu rumah warga yang terendam.

Sejumlah warga me…