Langsung ke konten utama

Lemahnya Kesadaran Warga, Perparah Kerusakan Hutan di Gowa

Gowa, Greenblog-Tingginya laju kerusakan kawasan hutan di kabupaten Gowa mengundang keprihatinan aktivitis LSM lingkungan di daerah itu. Mereka mengusulkan agar Pemkab Gowa segera membuat program perbaikan lingkungan dan penegakan hukum lingkungan.

Mengingat kawasan hutan di Kabupaten Gowa terutama di daerah Malino merupakan sumber air yang selama ini memenuhi kebutuhan empat kabupaten/kota di Sulsel antara lain Gowa, Jeneponto, Takalar, dan Kota Makassar sehingga sangat penting untuk dilestarikan. “ Solusi paling realistis saya kira untuk saat ini perlu ada Badan atau insitusi yang memiliki otoritas dalam pengelolaan lingkungan di Malino, sebagai salah satu usaha mengantisipasi makin meluasnya kerusakan kawasan hutan di kecamatan Tinggimoncong, “ kata Syawaluddin salah seorang penggiat penggiat LSM lingkungan di Kabupaten Gowa. Badan tersebut nantinya juga akan memiliki kewenangan dalam pengelolaan jasa lingkungan di daerah tersebut.

Sementara Muh Hatta dari Yayasan Baruga Cipta mengatakan, tingginya kerusakan hutan di Gowa di sebabkan karena masyarakat saat ini kurang memahami betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu perhatian pemda dalam hal ini instansi terkait juga masih tergolong sangat rendah. Hal terbukti lemahnya peneggakan hukum lingkungan, yang mestinya bisa menjerat para pelaku perusak hutan. “Di Desa Sicini Kecamatan Parigi saja , ada sekitar 5000 hektar areal hutan telah berubah fungsi menjadi perkebunan campuran, namun tak ada upaya pemerintah mengatasi hal tersebut, bahkan cenderung dibiarkan,”kata aktivis Environment Parliament Watch (EPW) Kabupaten Gowa ini.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kab. Gowa, Amir Uskara. Menurutnya perlu ada sosialisasi kemasyarakat supaya tidak menebang pohon dan membakar di dalam hutan. Selain itu perlu ada penegakankan aturan yang sifatnya memaksa masyarakat untuk tiada asal menebang pohon.

Seraya menambahkan, hingga saat ini unit kerja terkait hingga saat ini belum bekerja maksimal, sehingga laju kerusakan hutan makin meningkat.“Unit kerja terkait juga belum bekerja maksimal. Mereka hanya melihat. Mereka hanya melihat dari sisi budgetnya. Desakan ekonomi masyarakat juga penyebab rusaknya lingkungan. Padahal dampak kerusakan hutan atau lingkungan merugikan seluruh masyarakat Sulsel,” ungkap Amir Uskara. ( Andi Ahmad Effendy/Syamsuryadi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Belajar Konservasi Kima di Toli-Toli

Iwan (34 tahun) menghirup napas dalam-dalam sebelum akhirnya menghilang dari permukaan laut. Gerakan yang lincah membuatnya dengan cepat  menggapai dasar laut yang dalamnya mencapai 15 meter itu.

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…