Hutan, Tulang Punggung Kehidupan


Untuk memperkaya wawasan pembaca tentang Hutan, redaksi sengaja menampilkan artikel tentang hutan yang pernah dimuat di Majalah Intisari.

Mendengar kata "hutan", dalam benak kita akan muncul beragam bayangan. Pepohonan besar penghasil kayu. Alam nan indah sekaligus mengerikan, karena bertebing dan berjurang dengan sungai-sungai besar. Banyak binatang buas berkeliaran, semisal ular, harimau dan sebagainya.

Namun sosok hutan bukan sekadar "bayang-bayang" itu, melainkan suatu ciptaan dan karunia Tuhan yang nilainya tiada tara bagi kehidupan.

ilustrasi: antonHutan adalah tulang punggung alam semesta, ekosistem yang rumit, tempat unsur-unsur yang tak terbilang banyaknya sama-sama hidup, dan saling mempengaruhi. Ia memainkan peranan penting dalam keseimbangan biologis alam. Unsur-unsur itu meliputi pohon, perdu, semak-semak, dan tumbuhan lainnya, binatang, jasad renik, tanah dengan semua bahan organik dan anorganik, air dan iklim mikronya.

Beberapa alasan, mengapa hutan sangat berharga bagi kehidupan:

* Menghasilkan oksigen, sekitar 5 ton O2/ha/tahun. Untuk kepentingan hutan itu sendiri dikonsumsi 2,5 ton. Sisanya 2,5 ton bebas dikonsumsi manusia, kurang lebih untuk kebutuhan 10 orang.
* Menyerap zat-zat yang berbahaya, seperti karbon dioksida, belerang dioksida dan zat-zat beracun lain. Seratus meter persegi hutan dapat menyerap 400 kg CO2/tahun dan mengubahnya menjadi oksigen.
* Dengan segala macam tumbuhan di dalamnya, hutan membantu mengurangi tingkat kebisingan, dan melindungi kualitas kehidupan manusia.
* Mengubah suhu. Pada musim panas, hutan mengurangi temperatur yang tinggi. Sementara pada musim dingin, ia membantu meningkatkan suhu rendah. Hutan dapat menyimpan sinar matahari, dan mengurangi sinar yang menerobos ke tanah.
* Mengurangi bencana akibat angin kencang.
* Meningkatkan curah hujan, mengubah kelembaban udara dan halimun (kabut) menjadi hujan.
* Melindungi tanah dari erosi, sehingga mengurangi bahaya banjir di daerah dataran.
* Memperkaya kandungan air tanah dan sumber mata air.
* Meningkatkan kualitas air. Air dari hutan bersih, tanpa kandungan garam amonium, nitrat dan bakteri, dengan unsur-unsur kandungan mineral lebih bermanfaat dan tingkat pH yang baik.
* Mengurangi penguapan tanah, meningkatkan kelembapan, yang menyebabkan banyak tumbuh dan hidup beragam tanaman dan binatang.
* Meningkatkan kualitas tanah tanpa menghilangkan unsur-unsur di dalamnya. Unsur-unsur organik (daun, cabang, dsb.) yang berguguran ke tanah akan meningkatkan mutu tanah.
* Memberi perlindungan bagi segenap flora dan fauna. Hutan menciptakan kondisi yang baik bagi kelangsungan hidup beragam jenis binatang dan tanaman, sehingga memelihara keaneka ragaman hayati.
* Menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Tajuk daun yang rimbun mengurangi sinar matahari langsung, menyerap sinar inframerah. Dengan demikian sinar matahari di hutan kaya dengan sinar hijau yang menyejukkan.
* Memproduksi biomas yang besar, seperti kayu, rumput dan dedaunan.
* Hutan merupakan tempat kita bersantai menikmati alam dalam suasana yang sepi, bebas polusi dan kaya akan udara segar serta keindahan.
* Hutan memberikan kesempatan kerja yang luas, sehingga mengurangi pengangguran.

Tidak dipungkiri hutan membantu meningkatkan kualitas hidup manusia. Hilangnya areal hutan merupakan masalah yang harus menjadi perhatian. Ancaman terhadap hutan terutama disebabkan kebakaran. Periode musim panas dengan curah hujan rendah merupakan saat rawan kebakaran, sekaligus ancaman bagi hutan dan segala bentuk kehidupan di dalamnya.

Kerusakan akibat kebakaran hutan, ditambah penjarahan hutan besar-besaran, jelas akan mendatangkan malapetaka; ekonomi dan lingkungan, serta kualitas hidup umat manusia, khususnya di Indonesia. Untuk menanggulanginya, mari kita jaga hutan kita. @ (Koestito Sastroamidjojo, di Jakarta/Intisari)
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: