Langsung ke konten utama

Indonesia Larang Penggunaan CFC Untuk Manufaktur Juli 2008

Denpasar,Greenblog- Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Departemen Industri No.33 Tahun 2007 akan melarang penggunaan CFC (klorofloro karbon atau freon) untuk proses manufaktur mulai Juli 2008.

"Sebagai lanjutan upaya kami untuk mengatur perizinan bahan perusak ozon (BPO) tahun 2006, kami berencana untuk melarang penggunaan CFC bagi proses manufaktur mulai Juli 2008," kata Sulistyowati, Asisten Deputi Urusan Pengawasan Dampak Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup (LH), ketika membuka Pertemuan Jaringan Kerja Petugas Bahan Perusak Ozon (ODS) dari negara-negara di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Pasifik, di Sanur, Bali, Senin.

Mulai Juli 2008, CFC hanya boleh digunakan di bengkel-bengkel mobil dan barang-barang elektronik seperti kulkas dan AC, sampai barang-barang tersebut sudah tidak dapat dipakai lagi, katanya seperti dikutip Kantor Antara.

Ia juga mengatakan, sebuah perusahaan semen di Indonesia kini dapat menghancurkan CFC berkat bantuan tekhnis dari Jepang.

Indonesia berencana untuk melarang impor metil bromida dan CFC yang merupakan BPO, mulai 1 Januari 2008, atau dua tahun lebih cepat dari tenggat waktu yang ditargetkan Protokol Montreal untuk penghapusan CFC di negara-negara berkembang, dan tujuh tahun lebih cepat untuk penghapusan metil bromida.

Sementara itu, Manajer Kebijakan dan Jeringan Kerja OzonAction dari UNEP (Program Lingkungan PBB) Blaise Horisberger, ketika menyampaikan sambutannya, mengucapkan selamat kepada Pemerintah Indonesia atas rencana penghapusan impor CFC dan metil bromida itu.

Pertemuan para wakil pemerintah yang bertanggung jawab akan program Ozon di Negara-negara Asia Selatan, Asia Tenggara dan Pasifik ini sangat penting karena wilayah Asia dan Pasifik merupakan konsumen dan produsen terbesar BPO, yaitu sekitar 60 hingga 70 persen, katanya.

Pertemuan regional yang berlangsung hingga Rabu (14/11) ini membahas kesiapan negara-negara di wilayah Asia dan Pasifik dalam melaksanakan Protokol Montreal yang mengatur tentang penghapusan BPO.

Pertemuan yang diselenggarakan oleh UNEP dan didanai oleh Swedia ini dihadiri oleh sekitar 70 peserta yang berasal dari 25 negara antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Afganistan, Iran, India, Pakistan, China, Fiji, Maladewa, dan Sri Lanka.

BPO seperti CFC dan metil bromida dapat membuat lapisan Ozon menjadi tipis, sehingga radiasi UV-B di Bumi meningkat. Paparan radiasi UV-B yang berlebihan dapat menyebabkan penyakit kanker kulit, katarak mata, penurunan kekebalan tubuh terhadap penyakit, menghambat pertumbuhan sel-sel tanaman, dan membunuh plankton dan organisme kecil lainnya. (WAN/Antara)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…