Langsung ke konten utama

Negara Maju Dukung Proposal REDD Indonesia

Jakarta, Greenpress-Proposal Indonesia tentang mekanisme pemberian insentif dana dari negara industri terhadap negara berkembang pemilik hutan (REDD - "Reducing Emission from Deforestasion in Developing countries") telah didukung oleh beberapa negara maju seperi Jerman, Australia, Inggris, Kanada, Jepang, dan Norwegia.

"Jerman dan Australia bahkan telah menyatakan komitmennya untuk menyalurkan dana skema penurunan emisi dari kerusakan hutan (REDD)," kata Haneda Sri Mulyanto, anggota tim perunding Indonesia dalam Sidang Perubahan Iklim PBB (UNFCCC), di Bogor, Kamis.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Pemerintah Australia telah berkomitmen menyalurkan dana 30 juta dolar Australia untuk Indonesia, yang tergabung dalam program Kemitraan Global untuk Lingkungan Hidup (GEP).

Sedangkan Pemerintah Jerman sudah berjanji akan membiayai 25 juta Euro program REDD di Indonesia.

"Dalam sidang UNFCCC di Bali nanti, Indonesia bertarget skema REDD diterima oleh semua negara sebagai insentif positif pencegahan emisi karbon," kata Haneda seperti yang dilansir Kantor Berita Antara.

Bila skema itu disetujui, maka proyek pionir REDD akan mulai dilakukan di Indonesia pada tahun 2008, tambah pria yang bertugas di Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tersebut.

Proposal REDD sendiri akan menjadi satu dari empat agenda perundingan utama yang akan diperjuangkan oleh delegasi Indonesia dalam sidang UNFCCC, Desember nanti.

"Agenda utama kita di Bali adalah dana adaptasi, transfer teknologi, kerangka paska tahun 2012, dan REDD," ujarnya.

Namun di antara negara-negara yang juga tengah memperjuangkan proposal REDD, masih terdapat perbedaan pandangan dan mekanisme penghitungan emisi karbon.

Papua New Guinea (PNG) menggunakan pendekatan REDD yang dilaksanakan hanya di kawasan konservasi, dengan kata lain hutan yang dimasukkan dalam REDD adalah hutan alami.

Sementara Brazil mengusulkan pendekatan REDD di hutan yang sudah terdegradasi, alias kawasan yang sangat rusak dan tidak ditutupi hutan lantas dihutankan kembali sehingga menjadi hutan muda.

Sedangkan Indonesia mengajukan 3 pendekatan sekaligus yakni konservasi, deforestasi, dan degradasi.

Degradasi, menurut Haneda, adalah program REDD yang diterapkan di hutan yang sudah menurun kualitasnya akibat pembalakan atau alih guna lahan.

Saat ini luasan hutan yang terdegradasi total 53,5 juta hektar antara tahun 1970-2000.(Antara/Wan*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…