Langsung ke konten utama

Pemerintah Kurang Peduli Pada Masyarakat Miskin


Terungkap pada Pelatihan Advokasi Anggaran Publik bagi Wartawan

Kendari, Kepres- Dalam pengelolaan anggaran publik APBD di Sulawesi Tenggara (Sultra), pemerintah daerah cenderung menunjukkan kurang berpihaknya pemerintah pada kepentingan masyarakat miskin.

Hal itu diungkapkan koordinator Green Press Sultra Yoshasrul, dalam kegiatan pelatihan advokasi anggaran publik bagi wartawan, di Taman Srigading Jln By Pass Wuawua, Sabtu (3/11) lalu.

(foto : Marwan Azis)
Menurutnya, hampir keseluruhan penggunaan anggaran masih bertumpu pada anggaran yang menggemukkan kantong-kantong para pejabat di daerah, yang kesemuanya itu jauh dari harapan masyarakat yang mendambakan adanya pengelolaan pemerintah yang bersih.

" Kondisi tersebut menunjukkan kekurangpekaan elit-elit pemerintah terhadap penderitaan rakyat," ujar Yoshasrul yang akrab disapa Yos.

Sementara koordinator program Driving Change Yayasan Pengembangan Studi Hukum dan Kebijakan (YPSHK) Sultra, Supriadin pada kesempatan itu mengungkapkan konsep penganggaran yang membekali penentu kebijakan agar mengalokasikan belanja sebesar-besarnya untukmengatasi persoalan kemiskinan.

" Proses penyusunan dan penilaian program serta anggaran disusun bersama melibatkan masyarakat miskin," tukas Supriadin yang juga nara sumber pada pelatihan tersebut.

Hal senada diungkapkan Laode Udin dari Fitra Sijar Sultra, bahwa anggaran publik harus mencerminkan beberapa fungsi yaitu anggaran digunakan untuk menentukan perioritas kebijakan pembangunan melalui pemberian alokasi dana pada perioritas tersebut.

Serta anggaran mencerminkan rencana detail peda pendapatan dan pengeluaran dimana satuan kerja dapat melakukan secara akuntabel juga anggaran digunakan untuk stabilisasi sosio-ekonomi dan merangsang pertumbuhan ekonomi.

Pelatihan advokasi anggaran publik bagi wartawan diikuti sejumlah wartawan dari berbagai media baik media cetak maupun media elektronik di daerah ini. M10/B/HUM

Sumber Kendari Ekspress www.kendariekspres.com
(05 Nov 2007)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…