Langsung ke konten utama

Polisi Sita Ribuan Batang Kayu Olahan Ilegal

Diduga Akan Diangkut ke Malaysia atau Singapura


Ketapang, Greenblog - Sebanyak 4.000 batang kayu olahan senilai lebih dari Rp 1 miliar disita Kepolisian Resor Ketapang, Kalimantan Barat, dalam Operasi Wanalaga yang digelar sepekan terakhir. Tiga cukong kayu berinisial JS (35), IDR (36), dan ANW (35) dinyatakan sebagai tersangka dan kini ditahan polisi.

Operasi serupa dilangsungkan juga di Kalimantan Selatan (Kalsel). Di daerah ini, pihak kepolisian menemukan 400 meter kubik kayu bulat dan batangan dari jenis meranti campuran yang diduga hasil pembalakan liar. Dalam kaitan itu, empat warga berinisial Juw (50), San (46), Nan (40), dan Pan (38) dinyatakan sebagai tersangka.

Penangkapan

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Ketapang Ajun Komisaris Besar Akhmad Sunan, Jumat (9/11), mengatakan, dalam penyisiran yang dilakukan di Sungai Tembelok, Desa Sungai Awan, Kecamatan Muara Pawan, tanggal 30 Oktober lalu, pihaknya menangkap Kapal Motor Wiguno. Saat itu, pengangkutan 3.175 batang kayu olahan yang dilakukan kapal tersebut tidak dilengkapi faktur angkutan kayu olahan (FAKO). "Kayu-kayu jenis meranti dan bengkirai milik JS itu diduga akan dikirim ke Malaysia atau Singapura," katanya.

Hari berikutnya, di Sungai Pawan, polisi menyita 42 meter kubik kayu olahan yang ada di penggergajian kayu milik IDR di Desa Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan. Selanjutnya, polisi menemukan 250 meter kubik kayu olahan yang diduga ilegal dan belum diketahui pemiliknya di sekitar wilayah yang sama.

Temuan terus berlanjut. Pada 6-7 November 2007, misalnya, polisi juga menemukan 40 meter kubik kayu di perairan Simpang Sungai Laur, Kecamatan Nanga Tayap, dan menyita 165 batang kayu olahan ilegal di wilayah Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir, dari lokasi penggergajian kayu milik ANW. "Selain tiga tersangka (JS, IDR, dan ANW), dalam pengembangan kasus ini masih ada dua pelaku yang menjadi target operasi," ujar Akhmad.

Ia memperkirakan kayu-kayu itu berasal dari hutan ulayat milik masyarakat yang dijual ke cukong kayu. Setelah ditampung dan diolah di penggergajian, kayu-kayu itu dibawa menyusuri sungai ke arah laut. Selanjutnya, kayu-kayu itu dibawa ke luar Kalimantan ke berbagai tujuan, antara lain ke Jawa, Malaysia, dan Singapura.

Masih berlangsung

Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Kepala Bagian Humas Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel Ajun Komisaris Besar Puguh Raharjo menyatakan, dari operasi yang berlangsung selama sepekan terakhir ini setidaknya terlihat bahwa pembalakan liar masih berlangsung. "Sebagian besar kayu-kayu diduga ditebang dari kawasan hutan yang masih tersisa di pegunungan meratus," katanya.

Dari lokasi penangkapan, lanjut Puguh, kayu-kayu itu diangkut selain melalui jalan darat juga melalui beberapa sungai. "Para pelakunya memanfaatkan air sungai untuk menghanyutkan kayu-kayu tersebut," ujarnya.

Puguh menambahkan, pihaknya selama sepekan terakhir sudah menangani tujuh kasus, yakni 3 di Kotabaru, 2 di Tanahlaut, serta masing-masing 1 kasus di Banjar dan Tanahbumbu.

Unjuk rasa

Di Banjarmasin, kemarin, juga kembali terjadi unjuk rasa seratusan pekerja industri kecil perkayuan dari wilayah Alalak, Kecamatan Banjarmasin Utara, di Gedung DPRD Kalsel. Namun, mereka kali ini tidak lagi menyegel pintu gedung kantor tersebut karena beberapa perwakilannya, yang dipimpin Maulana, sudah berdialog dengan anggota DPRD yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kalsel Riswandi.

Dalam pertemuan itu DPRD Kalsel menyetujui tuntunan para pengunjuk rasa, yakni perlunya pembentukan forum penanggulangan kebutuhan kayu Kalsel yang beranggotakan masyarakat perkayuan, Muspida, Dinas Kehutanan, dan DPRD Kalsel. Rencananya, forum itu akan mengkaji, antara lain, kebutuhan kayu di daerah. (FUL/WHY/KCM)

Komentar

Pos populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…

Negara Kepulauan Tuntut Amandemen Protokol Kyoto

Tuvalu, salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Foto : Google.

Kopenhagen, BL-Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Tuvalu dan sejumlah negara kepulauan menuntut Amandemen Protokol Kyoto dalam pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP) di Bella Center kemarin.

Pertemuan itu membahas amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.

Hal tersebut dilaporkan Siti Maemunah dari Jatam yang juga turut hadir dalam COP 15 UNFCCC. Menurut Maemuna, Tuvalu adalah salah satu negara kepulauan di Asia pasifik yang harus lintang pukang bertahan hidup aki…