Langsung ke konten utama

Prioritaskan Figur Gubernur Peduli Lingkungan

Idul Amir, Kendari

Kendari, Greenblog-Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang konsen terhadap lingkungan menggelar acara beda visi calon gubernur (Cagub) Sultra periode 2008-2013 berlangsung di Cafe Pier 29 Wuawua Kota Kendari, Senin (5/11) lalu.

Sejumlah LSM peduli lingkungan yang hadir diantaranya Wahana Lingkungan Hidup (Sultra), Green Press (Perkumpulan Wartawan Lingkungan), WWF, Lestari, YPSH, Yayasan Pencinta Alam (Yascita) Sultra, YPSH, Jaringan Untuk Hutan (JAUH) Sulltra dll. Selain diikuti LSM peduli lingkungan, acara beda visi cagub Sultra juga dihadiri sejumlah wartawan media cetak dan elektronik di daerah ini.

Pada kesempatan tersebut disepakati bahwa cagub Sultra periode mendatang diprioritaskan figur yang peduli lingkungan. Deputy Eksekutif JAUH Sultra, Abdul Halik mengatakan bahwa ada tiga aspek utama untuk figur gubernur Sultra mendatang. Ketiga aspek yang dimaksud adalah aspek sosial, aspek ekologi dan aspek ekonomi.

"Membangun perekonomian daerah, bukan berarti merusak lingkungan, tetapi memanfaatkan sumber daya alam secara positif yang dapat saling menguntungkan semua pihak seperti masyarakat dan pemerintah," ujarnya.

Sementara itu Arif Rahman dari Walhi Sultra mengungkapkan, figur gubernur Sultra mendatang harus yang benar-benar memahami eksistensi lingkungan. Cagub yang tidak memprioritaskan isu lingkungan sebaiknya diberikan dulu pemahaman soal betapa pentingnya lingkungan di sekitar kita.

"Jangan pilih figur gubernur yang hanya menjual hutan dengan cara mengeluarkan izin Hak Penguasaan Hutan (HPH). Mereka hanya akan merusak masa depan anak cucu kita," pintanya.

Yos Hasrul dari Green Press mengungkapkan dewasa ini perencanaan pembangunan cenderung tidak mengedepankan lingkungan. "Pembangunan tak mungkin dihentikan, namun keseimbangan alam haruslah menjadi aspek prioritas yang dipertimbangkan. Dicontohkan, dari sektor kehutanan, pemegang kontrak Hak Pengelolaan Hutan (HPH) tak memberi keuntungan pada alam dan warga sekitarnya. Keuntungan menjadi milik sepihak perusahaan," ujarnya.

Dikatakan, kerugian panjang berupa bencana alam dipastikan menjadi milik warga Sulawesi Tenggara akibat pengelolaan HPH yang serampangan. "Meski kita memiliki hutan lindung dan kawasan konservasi seluas 1.789.092 Ha, tapi tak bisa menjadi alasan bahwa kita bisa bernafas lega. Ancaman masih tetap di depan mata," jelasnya.

Indarwati dari WWF mengakui bahwa bedah visi cagub Sultra ini akan mengadvokasi masyarakat terhadap betapa pentingnya kelestarian lingkungan. "Kita seharusnya melakukan kontrak politik terhadap cagub Sultra ke depan agar masalah lingkungan tidak lagi dipandang sebelah mata, tetapi menjadi prioritas seiring laju pembangunan Sultra," harapnya.*** Sumber :www.alamsulawesi.net

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Gerakan Pro Lingkungan Kian Tumpul

Oleh : Yos Hasrul*

Saat perkebunan dan tambang menyerbu . Bentang hutan alam di negeri-negeri ini sebagian besar telah hilang. Coba lihat, gunung-gunung telah gundul. Pohon-pohon tercerabut dari tanah. Tanah desa berubah jadi kubangan raksasa. Jalan raya sebagian besar rusak parah. Kata kesejahteraan masih sangat jauh dari rakyat.

Nasib rakyat tetap sama, meski investor berlomba-lomba mengkavling tanah. Tak ada perubahan.

Dua hari lalu, saya sempat mampir di bumi konawe utara. Menjejal jalan-jalan di ujung desa. Melewati rumah-rumah yang berdebu dan jauh dari sebutan sejahtera. Sepanjang mata memandang hanya terlihat pohon sawit berjejal hingga ke puncak bukit. Seluruh hutan alam telah berganti pohon sawit. Di belakang desa, gunung-gunung mulai bolong-bolong.

Saya mampir di salah satu perkampungan eksodus ambon di Desa Tobi Meita. Nama desa Tobi Meita dalam bahasa setempat berarti gunung tinggi. Nama ini diambil karena di belakang desa gugus pengunung menjulang berderet de…