Langsung ke konten utama

Ratusan Aktifis Lingkungan Protes Pemberian Ijin Tambang

Kendari,Greenpress-Ratusan aktifis lingkungan hidup dari Koalisi LSM se Kabupaten Kolaka dan mahasiswa, Selasa pagi berunjuk rasa Kantor Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara. Mereka menolak pemberian ijin tambang di hutan konservasi yang dikeluarkan pemerintah kabupaten kolaka.

Massa menganggap kebijakan Bupati Kolaka, Buhari Matta, yang menerbitkan 10 ijin kuasa penambangan nikel di atas lahan seluas 5.230 di Pulau Lemo dan Pulau Padamarang bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Kehutanan.

Tak hanya itu, akibat pemberian ijin penambangan tersebut akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan dan berdampak pada menurunnya pendapatan ekonomi masyarakat di sekitar pulau.

“Yang jelas keputusan pemberian ijin harus ditinjau ulang dan kalau perlu dicabut. Pemberian ijin pengelolaan tambang hanya akan menyengsarakan masyarakat,”kata Jabir, Koorditor aksi penolakan atas penambangan di pulau lemo dan pulau pamarang, Selasa (20/11).

Dalam aksinya massa menyandera mobil milik seorang anggota dewan Kabupaten Kolaka. Massa juga menyegel pintu gerbang kantor dprd dan melarang setiap anggota dewan untuk meninggalkan kantor dewan. Tak hanya itu, massa juga melakukan aksi pembakaran keranda mayat di depan Kantor Bupati Kolaka.

Aksi penyanderaan itu dilakukan karena pengunjuk rasa menuding DPRD Kabupaten Kolaka mendukung massa menuding dewan tak berani bersikap mengecam kebijakan Bupati Buhari Matta. Padahal akibat penambangan nikel tersebut kedua pulau yang masuk dalam kawasan konservasi itu terancam hilang karena tanahnya terus digali dan diangkut lalu dikirim ke negara china untuk diolah menjadi bijih nikel.

Usai menyandera mobil milik anggota dewan bernama Abdul Kadir dari Partai Amanat Nasional, pengunjuk rasa juga menyegel pintu gerbang kantor DPRD dan melarang setiap anggota dewan untuk meninggalkan kantornya. “Kalau ada anggota dewan yang meninggalkan kantornya, tak segan-segan kami akan melakukan sweeping dengan mendatangi rumah setiap anggota dewan,”teriak Sumar, seorang pengunjuk rasa aksi.

Usai melakukan penyegelan, ratusan pengunjuk rasa tersebut kembali mendatangi Kantor Bupati Kolaka yang letaknya persis berhadapan dengan kantor DPRD. Ddi tempat itu massa membakar sebuah keranda mayat yang dianggap sebagai simbol matinya pemerintahan di kabupaten kolaka.

Dalam aksi itu sempat terjadi baku dorong antara pengunjuk rasa dan polisi. Baku dorong terjadi karena pengunjuk rasa hendak membawa masuk keranda mayat tersebut ke dalam halaman kantor bupati namun dicegah oleh polisi. Pengunjuk rasa yang menuntut dipertemukan dengan bupati buhari matta, masih berkumpul di sekitar kantor bupati dan DPRD kabupaten kolaka.(Hasrul)

Komentar

Pos populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Negara Kepulauan Tuntut Amandemen Protokol Kyoto

Tuvalu, salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Foto : Google.

Kopenhagen, BL-Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Tuvalu dan sejumlah negara kepulauan menuntut Amandemen Protokol Kyoto dalam pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP) di Bella Center kemarin.

Pertemuan itu membahas amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.

Hal tersebut dilaporkan Siti Maemunah dari Jatam yang juga turut hadir dalam COP 15 UNFCCC. Menurut Maemuna, Tuvalu adalah salah satu negara kepulauan di Asia pasifik yang harus lintang pukang bertahan hidup aki…

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…