Aktifis WALHI Segel Sepeda Medco

Foto : Marwan Azis


Bali, Greenpress-Konferensi Perubahan Iklim yang mestinya menjadi perhelatan akbar para pembela lingkungan baik dari unsur pemerintah dan LSM termasuk gerakan sipil society lainnya. Sayangnya acara yang berlangsung di Nusa Dua Bali kali ini dicenderai dengan kehadiran perusahan tambang dan kayu dianggap sebagai perusak lingkungan.

Salah satunya adalah Medco Energy, perusahaan tersebut turut mengambil bagian sebagai sponsor penyedian sepeda gratis yang digunakan ribuan peserta konferensi perubahan iklim.

Hal tersebut menuai protes dari sejumlah aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia. Mereka menyita dan menyegel 2 sepeda gratis dengan cap Medco Energi, aksi segel sepeda itu berlangsung Selasa (4/12) pagi hari. Aksi dilanjutkan menjelang sore hari dimana 2 sepeda sehingga ada 4 sepeda bercap Medco kembali disegel sejumlah aktifis, penyegelan tersebut juga didukung oleh warga korban lumpur Sidoarjo.

Keempat sepeda itu disegel dan dipamerkan ke tengah lapangan Kampung CSO di BTDC Nusa Dua Bali. Aksi tersebut mendapatkan perhatian puluhan jurnalis yang ikut meliput acara UNFCCC dan acara CSF.

Keempat sepeda warna kuning dengan plang Medco itu ditempel kertas ukuran kuarto bertulis antara lain: ”Medco, Go to Hell with Your Aid” dan “Ini Hasil Rampasan Hak Rakyat: Medco.”.

Tak hanya itu beberapa poster dan foto banjir Lapindo juga menghiasi sepeda Medco itu. Foto lumpur Sidoarjo tersebut sengaja dipasang oleh masyarakat korban lumpur Sidoarjo.

Bahkan menjelang sore, beberapa aktifis dan masyarakat korban lumpur Sidoarjo berencana membakar sepeda Medco yang disegel ditengah Kampung CSO, namun rencana tersebut berhasil dihentikan sejumlah aktifis.

Menurut Eksekutif Nasional WALHI Syahrul Isman, aksi ini dilakukan secara spontan. ”Terus-terang kami kecewa dengan kehadiran perusahaan perusak lingkungan,” tegasnya seperti yang dikutip situs CSO Forum.

Dikatakan, kehadiran perusahaan-perusahaan perusak lingkungan telah menimbulkan perdebatan panas di penginapan aktivis lingkungan. ”Selama lima tahun Walhi terus-menerus mendampingi masyarakat sebagai korban penguasaan lahan dan perusakan lingkungan Medco, bagaimana kami tidak sakit hati,” ujarnya tentang aksi spontan tersebut.

Daftar dosa Medco Energi, kata Syahrul, amat panjang. Konflik dan perusakan lingkungan terjadi sejak Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Kasus terakhir adalah lumpur panas Sidoarjo yang memaksa puluhan ribu mengungsi. Medco sendiri merupakan pemegang saham selain Bakrie Corporation.

Lumpur panas Lapindo sendiri mengeluarkan gas yang mengandung karbondioksida (CO2), yang memmberi kontribusi bagi pemanasan global sehingga terjadi perubahan iklim.

Karena itu, kata Syahrul amatlah ironis bila panitia Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim menerima Medco Energi sebagai salah satu sponsor sepeda gratis di lingkungan Komplek Nusa Dua.

”Dengan aksi ini kami hanya ingin menegaskan. Silahkan peserta konferensi menggunakan sepeda gratis Medco. Namun sepeda dengan sponsor Medco dan perusak lingkungan lainnya dilarang masuk Kampung CSF,” ujarnya dengan nada sedikit emosi.

Sementara Ritatanto, warga korban lumpur Sidoarjo menegaskan, Medco harus bertanggungjawab terhadap kegiatan Lapindo yang menyebabkan terjadinya lumpur Porong Sidorajo yang meneggelamkan rumah-rumah penduduk.”Lawan Medco,”teriaknya dihadapan sejumlah jurnalis yang meliput aksi penyelenggelan sepeda Medco.

Ia juga mempertanyakan keterlibatan Aburisal Bakri yang menjadi salah satu stering Konferensi Perubahan Iklim di Nusa Bali.”Pemilik Lapindo, menjadi stering di acara Konferensi Perubahan Iklim, padahal kasus lumpur Lapindo belum diselesaikan,”ujarnya.

Dalam COP 13 ini, dalam sehari digelar puluhan paralel even di di berbagai tempat terpisah. Karenanya panitia konferensi menyediakan fasilitas 200 sepeda dan bus antar jemput gratis.

Fasilitas itu diberikan untuk mengangkut 10.000 peserta konferensi dari 190 negara. Di tubuh sepeda, tertempel plang sponsor. Selain Medco, Freeport juga menjadi salah satu sponsor keterilibatan perusahaan-perusahaan tambang yang selama ini dinilai bertanggung jawab terhadap perusakan lingkungan menuai protes dari aktifis lingkungan. (Marwan Azis).

Pemberitaan ini terselenggara atas kerjasama Green Press, Perkumpulan Skala, LATIN dan Parnership (Kemitraan)
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: