Langsung ke konten utama

Emil Salim: UNFCCC Ikat Amerika Serikat Turunkan Emisi

Nusa Dua, Greenpress-Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC) di Nusa Dua, Bali berakhir dramatis dengan kesediaan Amerika Serikat untuk masuk di jajaran negara yang menerima "Bali Road Map", Sabtu (15/12).

Menurut Ketua Delegasi Indonesia, Emil Salim, kesediaan itu berarti Amerika juga terikat dengan ketentuan untuk menurunkan emisinya 25-40 persen dari emisi tahun 1990 pada 2020.

Ketentuan mengenai penurunan emisi itu, menurut Emil, tercantum dalam catatan kaki draft yang kemudian disetujui yang berupa rekomendasi dari Intergovermenthal Panel on Climate Change. "Karena terlalu panjang memang tidak dicantumkan dalam draft," jelas Emil usai pengambilan keputusan seperti dikutip Tempo Interaktif.

Kesediaan AS, menurutnya, memecah kebuntuan perundingan meski teerjadi setelah adanya tekanan yang kuat dari negara-negara berkembang, khususnya negara berwilayah pulau-pulau kecil. Menurutnya, tidak mungkin juga untuk meninggalkan AS dalam keputusan itu karena bersama dengan Kanada, dan Jepang yang mendukungnya, AS merupakan
penghasil emisi terbesar.

"Kalau ditinggalkan, upaya yang lain menjadi tidak berarti karena 3 negara itu merupakan penyumbang 50 persen dari total emisi dan suylit mencegah suhu tetap berada di bawah 2 derajat celcius," tegasnya.

Amerika menghasilkan 36 persen emisi dunia, Jepang 18 persen dan Kanada 8 persen. Karena AS belum enandatangani Kyoto Protokol, kesediaan AS untuk berpartisipasi dalam Bali Road Map sampai pada 2012 masih bersifat bilateral. Setelah itu, akan menunggu ketentuan pasca Protokol Kyoto.

Setelah kesediaan AS, sejumlah program yang tercantum dalam Bali Road map bisa segera dilakukan, antara lain penurunan emisi di negara maju dan penurunan pertumbuhan emisi negara berkembang melalui sustainable development. Kedua, Transfer teknologi ramah lingkungan dengan pemantapan kelembagaan yang diperpanjang masa kontraknya selama 5 tahun. (Rofiqi Hasan/Tempo)

Komentar

Pos populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Negara Kepulauan Tuntut Amandemen Protokol Kyoto

Tuvalu, salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Foto : Google.

Kopenhagen, BL-Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Tuvalu dan sejumlah negara kepulauan menuntut Amandemen Protokol Kyoto dalam pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP) di Bella Center kemarin.

Pertemuan itu membahas amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.

Hal tersebut dilaporkan Siti Maemunah dari Jatam yang juga turut hadir dalam COP 15 UNFCCC. Menurut Maemuna, Tuvalu adalah salah satu negara kepulauan di Asia pasifik yang harus lintang pukang bertahan hidup aki…