Langsung ke konten utama

IEA: Suhu Bumi Naik 6 Derajat Pada 2030

Nusa Dua, Greenpress - Jika tidak ada gerakan pengurangan emisi, pada 2030 dunia akan menghadapi pertumbuhan emisi karbon (CO2) hingga 57 persen dan akan membuat suhu bumi meningkat enam derajat.

"Pada 2005, emisi CO2 dari sektor energi mencapai 30 persen di atas level 1990 dan terus tumbuh tiga persen tiap tahun, meskipun harga BBM naik terus," kata Direktur Eksekutif "International Energy Agency" (IEA,) Nobua Tanaka pada Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) di Nusa Dua, Bali, kemarin (14/12) seperti yang dilansir Antara.

Semua pihak, lanjut dia, tidak boleh membiarkan hal ini terjadi.
Untungnya, lanjutnya, sudah banyak negara yang memiliki rencana kebijakan yang membuat jejak energi tidak mengarah ke perkiraan itu. Karena di bawah skenario kebijakan alternatif itu, meski belum diterapkan, akan membuat stabil emisi global pada 2025 dan mulai menurun setelah itu.

IEA dengan kasus stabilisasi 450-nya sudah menganalisis tujuan ambisius yang akan melindungi masyarakat dunia dari resiko iklim ekstrem itu.

"Semakin ambisius tujuan, semakin segera dan agresif kebijakan kita. Semakin lama kita menunggu, semakin besar biaya dan semakin besar dampak dari perubahan iklim. Jika kita tidak memulai aksi dalam sektor energi sekarang juga, maka tujuan ambisius kita tak akan tercapai," katanya menjelaskan.

Jadi sudah jelas, ia menegaskan di hadapan forum menteri itu, bahwa wajib membuat solusi di sektor energi dan butuh arah politik yang tegas dari semua pihak yang berkumpul di Bali.

Kerangka energi yang berkelanjutan itu, adalah bagaimana meningkatkan efisiensi penggunaan energi dengan pembangkit listrik jenis baru yang diterapkan secara global.

Karena ini, akan menyimpan hampir enam giga ton karbon pada 2030 atau 20 persen dari emisi hari ini.

Berikutnya, urainya, dunia butuh teknologi rendah karbon, misalnya, energi nuklir. Selain itu, juga riset yang terus-menerus teknologi penangkap dan penyimpan karbon (carbon capture storage) yang dibutuhkan oleh negara yang bergantung pada batubara.(Antara/Wan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Menikmati Harmoni Alam Rawa Aopa Watumohai

Menikmati perjalanan  dibawah guyuran hujan lebat menjadi sensasi tersendiri saat menjelajahi  Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai ( TNRAW) Sulawesi Tenggara. Butiran-butiran hujan berjatuhan  membentuk harmoni alam.