Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 28, 2007

Kabar Baru RIC Sulawesi

RIC Bakal Jadi Organisasi NirlabaAwak personil regio information center (RIC) sulawesi kembali melakukan rangkaian konsolidasi internal. Kali ini berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan. Pertemuan in merupakan kali kedua, setelah tahun sebelumnya digelar di Kota Kendari Sulawesi Tenggara.

Suasana cair dan penuh keakraban berlangsung saat konsolidasi internal pengurus RIC sulawesi berlangsung berlangsung di wisma Amkop Makassar. Kegiatan selama dua hari tersebut digelar sebagai kegiatan tahunan bertujuan mengevaluasi sekaligus mengkritisi perjalanan pengelolaan RIC sulawesi.

Peserta yang hadir berasal dari lim provinsi masing-masing, Sulawesi Selatan yang diwakili dua peserta sekaligus tim pengelola RIC di Makassar yakni Andi Efendi dan Zaenal, perwakilan RIC di Sulawesi Utara yang diwakili Tommy Hamel, perwakilan RIC Gorontalo yang diwakili Maman, perwakilan RIC kendari yang diwakili Yoshasrul serta pengelola, pengelola RIC Palu dan pengelola sekretariat RIC masing-masing Ical Webm…

Perubahan Iklim Persulit Pembangunan Indonesia

Jakarta, Greenpress,-Perubahan iklim yang terjadi dari akibat pemanasan global dianggap membuat pembangunan makin terasa sulit। Demikian benang merah diskusi mengenai “Perubahan Iklim dan Konsekuensinya”yang diselenggarakan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia atau Society of Indonesian Environment Journalist (SIEJ) bekerjasama World Wildlife Fund (WWF) di Jakarta, Rabu (26/9)

“Dampak dari perubahan iklim jelas akan membuat makin sulitnya kehidupan manusia”ujar Armi Susandi, ahli geoglogi dan meteorology dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB) saat tampil sebagai narasumber dalam diskusi media yang diadakan oleh SIEJ dan WWF di Flo Laouge CafĂ©, Komp Mega Kuningan Jakarta kemarin. Maka menurutnya tak ada jalan lain bagi manusia, selain memperbaiki keadaan saat ini, bila tak ingin terkena dampak lebih jauh dari fenomena ini.

Sementara Eka Melissa Asisten Presiden UNFCCC COP-13/CMP-3 (Panitia Nasional Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim) menyatakan …

Pemanasan Global Hantui Warga Dunia

Perubahan iklim saat ini bukan lagi wacana yang mengawang-awang, tapi sudah mulai terasa bahkan telah menjadi momok yang menakutkan bagi warga bumi, tengoklah beberapa kejadian alam di berbagai belahan bumi seperti naiknya permukaan air laut dan kondisi cuaca yang tak menentu serta suhu udara makin meningkat. Tak pelak peringatan hari lingkungan hidup se-dunia mengumandangkan isu ini.


Oleh : Marwan Azis.

Gejala alam tersebut mulai diteliti secara aktif mulai dekade tahun 1980-an dan hasilnya sangat mengejutkan para ahli lingkungan karena kengerian akan dampak yang dikuatirkan muncul kemudian.

Pemanasan bumi sebenarnya hal yang biasa, sejarah planet bumi terus menghangat dan mendingin berkali-kali selama 4,65 milyar tahun. Seperti apa proses terjadinya?, bumi yang kita huni memiliki lapisan atmosfer yang melindunginya dari dampak radisai sinar matahari. Setiap hari, panas matahari masuk ke bumi menembus lapisan atmosfir, berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap bumi, dan sisanya …