Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 6, 2007

Indonesia Jadi Juru Damai Lingkungan Global

Jakarta,Greenblog-Indonesia, yang akan menjadi tuan rumah pertemuan rutin Kerangka Kerja Konvensi Perubahan Iklim (UNFCCC) di Nusa Dua, Bali, Desember 2007, sebenarnya bisa memainkan peran sebagai juru damai dalam masalah lingkungan global.

"Indonesia bisa menjadi semacam juru damai untuk mengatasi isu-isu yang masih kontroversial dengan menunjukkan bahwa kita memiliki kemampuan untuk itu," kata pakar dan pengamat lingkungan, Dr Hira Jhamtani di Jakarta.

Menurut penulis buku "Globalisasi dan Monopoli Pengetahuan itu, hal tersebut bisa diterapkan antara lain bila pemerintah menunjuk orang-orang yang tepat dan memahami secara menyeluruh mengenai permasalahan lingkungan dalam UNFCCC.

Untuk itu, Hira berharap agar delegasi dari Indonesia benar-benar mempersiapkan diri apalagi waktu menuju pertemuan tersebut hanya tinggal sekitar satu bulan.

Hal yang bisa diposisikan oleh Indonesia sebagai juru damai, ujar dia, antara lain dengan menegaskan kepada negara maju untuk menurunkan…

Cuaca Buruk, Ribuan Nelayan Pantura Tidak Melaut

PEKALONGAN-Greenblog,-Akibat cuaca di laut Jawa memburuk yaitu hujan deras disertai angin kencang, serta gelombang cukup tinggi membuat ribuan nelayan di beberapa daerah di pantai utara (pantura) seperti Pemalang, Pekalongan, Batang dan Kendal enggan melaut.

Keenganan para nelayan melaut itu membuat harga ikan laut masih cukup tinggi karena jumlah ikan hasil trangkapan menurun dratis. Pemantauan Media Indonesia di beberapa pelabuhan perikanan di wilayah pantura, Selasa (6/11), ribuan nelayan di pantura seperti Comal, Pemalang, Wonokerto, Pekalongan, Klidang Lor, Batang, Gempol Sewu dan Bandengan, Kendal memilih menyandarkan kapal dan perahunya di beberapa dermaga dan muara sungai.

Dalam dua hari terakhir ini di laut Jawa memburuk yaitu hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang naik hingga mencapai dua meter. Akibatnya, harga ikan laut di beberapa tempat pelelangan ikan (TPI) yang berada di pelabuhan perikanan tersebut masih cukup tinggi menyusul merosotnya pasokan ikan hasil tan…

Bunga Bangkai Tumbuh di Jakasampurna Bekasi

Bekasi,Greenblog - Bunga bangkai (Rafflesia arnoldii) ditemukan tumbuh di lahan pembuangan sampah dekat rumah milik pasangan suami istri Rahmat (50) dan Iyah (45) di Kampung Dua RT06/RW21, Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat.

Menurut Ketua RT06/RW21, Kampung Dua, Jakasampurna, Bekasi, Nur Alie (50), kemunculan tumbuhan langka setinggi sekitar 60 sentimeter berdiameter 50 sentimeter itu telah menggegerkan warga setempat. Sebagian warga sekitar bahkan menyakini kemunculannya akan membawa berkah.

Kuncup bunga raksasa tersebut sudah mulai mekar meski belum mengeluarkan bau bangkai layaknya bunga bangkai di Kebun Raya Bogor.

"Saya tahu bunga bangkai itu mulai muncul pada hari Minggu (4/11) dari seorang warga setempat, dan sekarang tingginya sudah sekitar 60 sentimeter," katanya.

Warga setempat, Ninda (30), yang pertama menemukan bunga itu saat hendak membuang sampah, langsung melaporkannya ke Ketua RT setempat.

Tumbuhnya bunga bangkai itu membuat masyarakat di sekitarnya berdata…

Greenpeace Galang Siswa Kampanye Penyelamatan Hutan

(dok, Greenpeace)

Jakarta, Greenblog-Setelah Greenpeace membentuk Forest Defender Camp sebagai bagian kampanye penyelamatan hutan Indonesia, organisasi lingkungan terbesar di dunia ini juga mengalang para siswa di Jakarta untuk ikut serta dalam pelestarian hutan Nusantara.

Kali ini aktifis Greenpeace Asia Tenggara mengadakan aksi simpatik dan membangun posko Forest Defender Camp Satellite Statisn di pelataran Monumen Nasional (Monas) Jakarta yang berlangsung dari tanggal 3-11 November.

Sejumlah perwakilan siswa dari berbagai sekolah di Jakarta diundang untuk mengikuti diskusi lingkungan hidup yang mengangkat tema penyelamatan hutan Indonesia.

Senin (5/11) kemarin setidaknya tiga sekolah yaitu SMAN 103, SMAN 71 dan SMAN 71 Jakarta hadir dalam diskusi yang dipandu oleh dua aktifis Greenpreace, Faye dan Ragil, juga dihadiri oleh Cristian dari Greenpeace Internasional.”Kami mengajak sekolah untuk memikirkan, memberikan pendapat dan solusi penyelamatan hutan Indonesia,”kata Ragil, Koor…

Sepertiga Primata Dunia Terancam Punah

Jakarta, Greenblog- Puluhan ahli primata dunia yang tergabung dalam Masyarakat Primatologi Internasional, yang berkumpul di China, menyatakan bahwa sepertiga primata dunia sedang terancam punah menyusul perusakan habitat. Pada saat bersamaan, kelompok kera-kera besar, monyet, dan jenis primata lain diambil dari hutan untuk kepentingan percobaan obat- obatan dan dikonsumsi.

Pernyataan tersebut berasal dari diskusi panjang 60 ahli yang tergabung dalam Gabungan Konservasi Dunia. Mereka membahas laporan yang dikumpulkan dari seluruh dunia. Adapun total spesies dan subspesies primata di dunia diperkirakan sekitar 600.

Forum dua tahunan para peneliti dan primatolog dari Masyarakat Primatologi Internasional (International Primatological Society/IPS), akhir Oktober 2007, juga membuat daftar 25 spesies dan subspesies primata paling terancam punah di dunia.

Belasan peneliti dan ahli primata dunia yang mengeluarkan daftar itu menyatakan, bila seluruh spesies primata terancam punah dikeluarkan …