Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 10, 2007

Konsep Kompromistis Emil Salim

Oleh : Mimin Dwi Hartono *

Ingar-bingar menjelang penyelenggaraan Konferensi Internasional tentang
Perubahan Iklim di Bali pada 3-14 Desember mendatang sangat terasa.
Namun, sayangnya, hal tersebut hanya terjadi di kalangan pejabat
pemerintah dan ilmuwan di ibu kota negara Jakarta dan sekitarnya.
Padahal konferensi tersebut sangat penting bagi Indonesia, khususnya dalam
memperjuangkan keadilan global dan tanggung jawab yang sama dengan beban yang
berbeda dalam menanggulangi dampak perubahan iklim yang semakin terasa.

Delegasi pemerintah Indonesia, yang dipimpin profesor Emil Salim, akan
menjual Konsep Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Melalui Upaya Pencegahan
Deforestasi dan Kerusakan Hutan (Reduced Emissions from Deforestation
and Degradation atau REDD) dalam pertemuan berbagai pihak yang ke-13
itu.Setelah Protokol Kyoto, yang akan berakhir pada 2012 mendatang, tidak
berjalan efektif dalam mengatasi dampak perubahan iklim--karena
terganjal oleh sikap penolakan dari Amerika Serikat--konse…

15 Ribu Orang Bakal Hadiri Konferensi Perubahan Iklim di Bali

Jakarta,Greenblog-Acara Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim akan berlangsung di Nusa Dua Bali, pada tanggal 3 – 14 Desember 2007. Konferensi tersebut rencana bakal dihadiri para utusan dari 193 negara. Diperkirakan jumlah peserta akan mencapai 15.000 orang, baik utusan resmi, LSM, maupun media.

Hal tersebut terungkap dalam Technical Meeting for Cool Energy Exhibition (Paralell Event dari Konperensi PBB tetang Perubaha Iklim) yang diadakan di Kementerian Negara Lingkugan Hidup Jakarta (9/11) kemarin sebagaimana yang dikutip dari situs resmi KLH.

Kegiatan Parallel

Kegiatan konferensi perubahan iklim tersebut akan dimeriakan berbagai kegiatan yang akan menjadi kegiatan parallel antara lain Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia bersama Pepulih (Perkumpulan Pemerhati dan Peduli Ligkungan Hidup) dan SBC Communications akan menyelenggarakan Cool Energi Exhibition di Pulau Besar/The Peninsula, Nusa Dua, Bali.

Pameran akan digelar pada tanggal 8 – 14 Desember 2007 dan di…

Saatnya Saling Menyadarkan...

PERSOALAN yang tak kalah memprihatinkan dari persoalan semakin memburuknya lingkungan adalah ketidakpedulian masyarakat. Dan, yang lebih menyedihkan dari semua persoalan itu adalah minimnya perhatian media terhadap persoalan-persoalan lingkungan.

Padahal mendesak untuk disampaikan kepada masyarakat apa kata pakar dalam bahasa sederhana, mengenai persoalan semakin memburuknya lingkungan yang semakin membahayakan bumi. Dunia menjelang "kiamat" sudah bisa diprediksikan dengan melihat kenyataan-kenyataan semakin memburuknya lingkungan.

Persoalan-persoalan mengenai buruknya perhatian media terhadap isu lingkungan praktis menjadi persoalan seluruh peserta Media Forum di Rapolano Terme itu.

Media lebih banyak memberi tempat terhadap berita-berita ekonomi dan politik dibanding berita lingkungan. Kalaupun ada berita isu lingkungan dalam sebuah media, hanya menempati ruang kecil saja. Padahal media sangat berpengaruh untuk menyadarkan publik agar mereka segera peduli terhadap lingkung…

BMG: Waspadai 32 Titik Rawan Banjir Jakarta

Bahaya Banjir

Jakarta, Greenblog- Badan Meteorologi dan Geofisika atau BMG meminta masyarakat mewaspadai 32 titik rawan banjir pada musim hujan. Kepala Bidang Informasi Klimatologi dan Kualitas Udara BMG Endro Santoso yang dihubungi di Jakarta, Jumat (9/11), menjelaskan, daerah rawan banjir terdapat di semua wilayah Jakarta.

Kondisi paling rawan, menurut Endro, akan terjadi sekitar bulan Januari 2008. Namun, masyarakat diminta waspada sejak Desember 2007 hingga Februari 2008. Secara umum, curah hujan dalam triwulan tersebut diprakirakan berada di atas 300 milimeter per bulan sehingga potensi genangan dan banjir harus diwaspadai. Endro menegaskan, kewaspadaan mutlak diperlukan menghadapi hujan dengan intensitas tinggi.

Permukiman liar

Gambaran lain yang juga harus menjadi perhatian adalah kondisi Waduk Pluit di Penjaringan, Jakarta Utara, yang makin memprihatinkan karena dipenuhi permukiman liar. Padahal, Waduk Pluit merupakan salah satu pengendali banjir.

Waduk Pluit kini semakin sempi…

Pesona Alam Green Canyon

Oleh Adhitya Ramadhan

Green Canyon. Nama itu mengingatkan kita akan sebuah ngarai yang indah di Colorado, Amerika Serikat. Bagi wisatawan asing yang kerap melancong ke sejumlah obyek wisata alam di dunia, barangkali lokasi tersebut tidak asing lagi.

Namun, bagi masyarakat Kabupaten Ciamis, Green Canyon berarti lain. Ketika disebutkan nama Green Canyon, pikiran orang Ciamis langsung merujuk pada obyek wisata sungai di Ciamis selatan, tepatnya Sungai Cijulang, di Kecamatan Cijulang. Obyek wisata ini sudah sangat populer di kalangan wisatawan asing.

Cukang Taneuh, itulah nama asli obyek wisata tersebut. Dalam bahasa Sunda, cukang taneuh berarti jembatan tanah. Sebab, terdapat jembatan tanah di atas Sungai Cijulang dengan lebar sekitar 3 meter dan panjang 40 meter yang menghubungkan Desa Kertayasa dengan Desa Batukaras.

Julukan Green Canyon selama ini diberikan pada Cukang Taneuh karena dua hal. Pertama, saat kemarau warna air Sungai Cijulang tampak hijau bening sehingga pembaptisan na…

Polisi Sita Ribuan Batang Kayu Olahan Ilegal

Diduga Akan Diangkut ke Malaysia atau Singapura


Ketapang, Greenblog - Sebanyak 4.000 batang kayu olahan senilai lebih dari Rp 1 miliar disita Kepolisian Resor Ketapang, Kalimantan Barat, dalam Operasi Wanalaga yang digelar sepekan terakhir. Tiga cukong kayu berinisial JS (35), IDR (36), dan ANW (35) dinyatakan sebagai tersangka dan kini ditahan polisi.

Operasi serupa dilangsungkan juga di Kalimantan Selatan (Kalsel). Di daerah ini, pihak kepolisian menemukan 400 meter kubik kayu bulat dan batangan dari jenis meranti campuran yang diduga hasil pembalakan liar. Dalam kaitan itu, empat warga berinisial Juw (50), San (46), Nan (40), dan Pan (38) dinyatakan sebagai tersangka.

Penangkapan

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Ketapang Ajun Komisaris Besar Akhmad Sunan, Jumat (9/11), mengatakan, dalam penyisiran yang dilakukan di Sungai Tembelok, Desa Sungai Awan, Kecamatan Muara Pawan, tanggal 30 Oktober lalu, pihaknya menangkap Kapal Motor Wiguno. Saat itu, pengangkutan 3.175 batang kayu olah…

Reduksi Emisi Karbon Dibeli Jepang

Pemanfaatan Sumber Energi Panas Bumi Masih Terkendala

Jakarta, Greenblog- Reduksi emisi karbon dari lima proyek pembangkit listrik mikrohidro di Indonesia dibeli Jepang sebesar 30.000 ton karbon dioksida per tahun. Ini terkait program Mekanisme Pembangunan Bersih (Clean Development Mechanism/CDM) sesuai dengan amanat Protokol Kyoto.

Program yang berlangsung hingga tahun 2012 ini didukung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan investor PT Indonesia Power dan PT Fajar Futura.


"Penjualan emisi karbon melalui proyek pembangkit listrik mikrohidro ini yang pertama di Indonesia," kata Koordinator Tim CDM BPPT Irhan Febijanto, Jumat (9/11) di Jakarta.

Lokasi kelima proyek pembangkit listrik dengan energi terbarukan berupa aliran air sungai itu meliputi Cileuncak, Jawa Barat (kapasitas 1 megawatt/MW); Siteki dan Blumbungan di Banjarnegara, Jawa Tengah (masing- masing 1,2 MW dan 1,6 MW); Ketenger di Purwokerto, Jawa Tengah (0,5 MW); serta di Rante Bala, Sulawesi Selat…