Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 12, 2007

Tiga Cagub Tak Tertarik Isu Lingkungan

Kendari, Greenblog- Isu lingkungan bagi tiga Calon Gubernur (Cagub) masing-masing Ali Mazi SH, Nur Alam dan Masyhur Masie Abunawas, mungkin masih jauh dari perhatian. Paling tidak itulah yang tergambar dari kegiatan debat visi dan misi Cagub terkait masalah lingkungan, kemarin (10/11) di Hotel Imperial Kendari.

Debat kandidat yang digelar sejumlah LSM Lingkungan antara lain, Walhi, Green Press, WWF, Lestari, Yascita, JAUH, Swara Alam, Kendari TV, YPSHK dan AJI itu hanya dihadiri Cagub usungan PDIP dan PPP, Prof Ir Mahmud Hamundu MSc. Sementara Cagub Masyhur Masie Abunawas hanya diwakili pasangannya, Ashari.

Penampilan dua kandidat Cagub dan Cawagub yang berjalan sekitar dua jam tersebut cukup menarik perhatian peserta dialog. Dua figur yang memiliki kesamaan latar belakang dari dunia pendidikan itu masing-masing mengajukan komitmen mereka terhadap kerusakan dan upaya pelestarian lingkungan di daerah ini.

Kehadiran Anas Nikoyan dari PPLH Unhalu dan Dr Sartiah Yusran dari Studi Gender Un…

Siswa Antar Negara Diskusi Pemanasan Global di Makassar

Makassar,Greenblog-Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo Kab. Takalar memfasilitasi diskusi antar siswa SMP di Kota Makassar dengan siwa yang berasal di Negara Eropa, di Makassar ( 11/11).

Diskusi mengenai lingkungan dan budaya antar Negara ini dilakukan melalui Video Confrence. Tujuan Diskusi tersebut untuk menukar informasi dengan siswa di beberapa Negara tentang budaya, pendidikan, lingkungan dan teknologi. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Bakti Kota Makassar, dengan mengambil tema " Global Citizenship".

Koordinator Time Project PPLH Beatrix .AR, mengatakan bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain berupa Video Confrence, diskusi dan mendesain jam. Untuk Video Confrence ini merupakan pertama kalinya dilaksanakan dengan melibatkan lima SMP di Kota Makassar diantaranya SMP Mulia Bahkti School, SMP Atira, serta SMP Negeri 3 dimana setiap sekolah mengirim empat orang siswa-siswi mereka. Sementara siswa dari Negara lainyang mereka ajak diskusi berasal dari N…

Indonesia Larang Penggunaan CFC Untuk Manufaktur Juli 2008

Denpasar,Greenblog- Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Departemen Industri No.33 Tahun 2007 akan melarang penggunaan CFC (klorofloro karbon atau freon) untuk proses manufaktur mulai Juli 2008.

"Sebagai lanjutan upaya kami untuk mengatur perizinan bahan perusak ozon (BPO) tahun 2006, kami berencana untuk melarang penggunaan CFC bagi proses manufaktur mulai Juli 2008," kata Sulistyowati, Asisten Deputi Urusan Pengawasan Dampak Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup (LH), ketika membuka Pertemuan Jaringan Kerja Petugas Bahan Perusak Ozon (ODS) dari negara-negara di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Pasifik, di Sanur, Bali, Senin.

Mulai Juli 2008, CFC hanya boleh digunakan di bengkel-bengkel mobil dan barang-barang elektronik seperti kulkas dan AC, sampai barang-barang tersebut sudah tidak dapat dipakai lagi, katanya seperti dikutip Kantor Antara.

Ia juga mengatakan, sebuah perusahaan semen di Indonesia kini dapat menghancurkan CFC berkat bantuan tekhnis dari Jepang.

Ind…

Tindak Kriminal Lingkungan Hasilkan 31 Miliar Dolar AS

Denpasar,Greenblog-Seorang pakar Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) mengatakan, tindak kriminalitas di bidang lingkungan hidup meningkat di berbagai negara dan bahkan menghasilkan untung yang terbesar kedua di dunia setelah perdagangan ilegal narkoba.

"Para sindikat kriminal internasional memperoleh 22 hingga 31 miliar dolar AS per tahun dari tindak kriminalitas lingkungan hidup yang mereka lakukan, seperti pembuangan (dumping) limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun), perdagangan ilegal bahan perusak ozon (ODS), dan penyelundupan serta perdagangan flora dan fauna yang dilindungi," kata Atul Bagai, koordinator pada kantor regional UNEP untuk Asia dan Pasifik di Sanur, Bali, Minggu.

"Ada hubungan yang kuat antara tindak kejahatan lingkungan hidup dan terorisme. Para teroris dapat memperoleh uang yang banyak dari tindak kejahatan ini, apa lagi pengawasan perdagangan ilegal narkoba kini makin ketat," kata Atul Bagai seperti yang dilansir Kantor Berita Antara.

Para penj…

Petugas Bahan Perusak Ozon 25 Negara Bertemu di Bali

Denpasar,Greenblog- Para petugas Bahan Perusak Ozon (ODS) dari 25 negara di Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Pasifik, bertemu di Bali 12 hingga 14 Nopember ini untuk membahas kesiapan mereka dalam melaksanakan Perjanjian Lingkungan Hidup Multilateral (MEA).

Pertemuan regional yang digelar oleh program lingkungan hidup PBB UNEP itu membahas pelaksanaan sejumlah MEA seperti Protokol Montreal, Konvensi Basel, Konvensi Rotterdam dan Konvensi Stockholm, kata Atul Bagai, koordinator regional UNEP untuk Asia dan Pasifik seperti yang dilansir Kantor Berita Antara.

Peserta pertemuan yang didanai oleh Swedia ini berasal dari 25 negara antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Afganistan, Iran, India, Pakistan, China, Fiji, Maladewa, dan Sri Lanka.

Pada 8-10 November 2007, di tempat yang sama, UNEP bekerjasama dengan Pemerintah Swedia dan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia, telah menyelenggarakan Lokakarya Pertama tentang Kerjasama Penegakan MEA.

Lokakarya ini dih…