Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 13, 2007

Harimau Pemangsa Orang Jadi Tontonan di Aceh

Banda Aceh, Greenblog- Dua ekor harimau Sumatera yang diduga sebagai pemangsa manusia dan sudah dikurung dalam kerangkeng kini menjadi tontonan gratis masyarakat di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Setiap hari ratusan warga Kota Banda Aceh dan Aceh Besar memadati kompleks Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Lamteumen Barat, Kecamatan Jaya Baru, menyaksikan kedua harimau tersebut, kata Kepala BKSDA NAD, Andi Basrul, di Banda Aceh, Senin.

Ia menjelaskan, dua ekor harimau masing-masing berkelamin betina dan jantan dewasa itu merupakan tangkapan dari Kabupaten Aceh Selatan dan direncanakan dilepas kembali ke habitatnya di hutan.

"Kami masih memikirkan dan mencari lokasi tepat untuk melepaskan harimau yang ditangkap beberapa pekan lalu di Aceh Selatan. Kami mengusulkan sebaiknya dilepas kembali ke hutan guna menjaga populasinya," tambahnya.

Masyarakat berdatangan secara berkelompok dan pribadi dari berbagai desa hanya menyaksikan dua ekor harimau di kandang besi (kerangkeng)…

Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Penting Bagi Lingkungan Hidup

Bangkok, Greenblog-Perbaikan lingkungan hidup dan pertumbuhan ekonomi harus dilakukan dengan memprioritaskan peningkatan kualitas bukan hanya mengejar angka atau peresentase, kata seorang pejabat dari ESCAP (Komisi Ekonomi dan Sosial PBB Untuk Asia-Pasifik).

"Pertumbuhan ekonomi harus 'hijau' yang berarti harus mengejar perbaikan kualitas, bukan angka atau persentase semata. Sayangnya, banyak negara di Asia yang meniru pertumbuhan ekonomi AS," kata Rae Kwon Chung, Direktur Devisi Lingkungan and Pembangunan Berkelanjutan ESCAP, dalam seminar bertema "Kembali ke Masa Depan Kita Bersama" di Bangkok.

Ia memberikan contoh Bangkok sebagai kota yang meniru kebijakan AS, misalnya, dalam pembangunan prasarana transportasi sehingga menimbulkan kemacetan.

Menurut dia, pembangunan berkelanjutan, seperti yang ditegaskan dalam laporan 'Masa Depan Kita Bersama' yang disusun oleh Komisi Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan (Komisi Brundtland) sangatlah pen…

Alternatif Mengatasi Banjir Jakarta

Jakarta,Greenblog-Awal Februari 2007, wilayah Jakarta dan sekitarnya terendam banjir yang menyebabkan sekitar 80 orang meninggal dunia dan mengakibatkan kerugian material hampir Rp10 triliun. Wilayah Jakarta yang terendam banjir di Jakarta lebih luas dibandingkan bencana banjir serupa pada tahun 2002. Mengapa ini bisa terjadi? Padahal banjir termasuk bencana alam yang bisa diatasi.

Bencana alam banjir di Jakarta sebenarnya bisa diantisipasi sebab bencana ini diawali dengan tanda-tanda alam hujan yang turun terus menerus baik di Jakarta maupun di kawasan hulu di Puncak, Bogor.

Jika pemerintah dan masyarakat mengambil tindakan antisipatif, maka korban jiwa bisa dihindari dan kerugian material dapat ditekan. Lalu, mengapa bencana banjir menggenangi wilayah yang lebih luas dan korban jiwa lebih besar?

Pemerintah dan masyarakat tidak pernah belajar dari pengalaman bencana sebelumnya. Persoalan bencana alam banjir tidak pernah ditangani secara terpadu. Pemerintah dan mayarakat justru saling …