Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 19, 2007

Aktivis Greenpeace Diperiksa Terkait Aksi Pemasangan Spanduk

Pekanbaru,Greenpress - Tujuh aktivis Greenpeace yang melakukan aksi damai pemasangan spanduk di tangki CPO (minyak sawit mentah) PT Naga Mas yang berada di areal pelabuhan Dumai, Riau, diperiksa aparat kepolisian dan KP3 Dumai.


"Hingga kini pemeriksaan masih berlangsung," ujar Juru Kampanye Solusi Kehutanan Greenpeace Asia Tenggara Bustar Maitar yang dihubungi di Dumai, Jumat malam.

Ketujuh aktivis tersebut pada Jumat pagi memasang banner berukuran 10 x 10 meter pada salah satu tangki penyimpanan CPO diareal pelabuhan.

Saat para aktivis memasang banner dengan cara memanjat tangki setinggi lebih kurang 30 meter itu, sempat terjadi ketegangan dengan pihak keamanan perusahaan.

Banner raksasa dari kain berwarna kuning dengan tulisan hitam mencolok bertuliskan "Palm Oil Kills Forests and Climate" (kelapa sawit membunuh hutan dan iklim), sempat terpasang pada salah satu tangki, namun beberapa saat kemudian diturunkan oleh pihak sekuriti perusahaan.

Tangki itu tepat ber…

Dunia di Ambang Bencana Iklim

Paris,Greenpress- Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon menyerukan pentingnya tindakan untuk mengatasi pemanasan global, dan memperingatkan bahwa dunia pada saat ini berada di ambang bencana, pada saat para pakar saintis terkemuka akan mengeluarkan laporan baru mengenai perubahan iklim bagi para pembuat keputusan.

"Kami semua setuju. Perubahan iklim adalah kenyataan, dan kami ummat manusia harus bisa mengatasinya. Karena itu, sejak sekarang, semua orang hendaknya memahami sepenuhnya betapa gawat ancaman tersebut, atau hal itu segera terjadi," tulis Sekjen PBB dalam komentarnya pada suratkabar International Herald Tribune seperti dikutip AFP yang juga dilansir Antara.

"Saya selalu menyebutkan pemanasan global akan menjadi masalah yang paling penting. Sekarang saya yakin bahwa kita kini berada di ambang bencana, jika kita tidak melakukan tindakan apapun." kata Ban Ki-moon.

Ban mencatat meningkatnya pencairan sungai es (gletser) dan es di kutub, serta menandaskan bahwa …

Arab Saudi Sumbang US$ 300 Juta bagi Pengkajian Perubahan Iklim

Riyadh,Greenpress- Arab Saudi telah menyumbangkan 300 juta dolar AS bagi dana untuk mengembangkan program internasional untuk riset ilmiah di bidang energi, lingkungan hidup dan perubahan iklim.

Hal tersebut disampaikan Raja Arab Saudi, Abdullah Bin Abdul Aziz saat pidato pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OPEC di Gedung Internasional Raya Abdullah Bin Abdul Aziz.

Raja Arab Saudi Abdullah Bin Abdul Aziz, yang bergelar "Khadimul Haramain Al-Syarifain" (pelayan dua tanah suci, Makkah dan Madinah)juga menolak sinyalemen bahwa minyak dapat dapat digunakan sebagai alat untuk konfrontasi, Sabtu lalu seperti yang dikutip Kantor Berita Antara.

Mengimbau negara lain untuk mengikuti prakarsa Arab Saudi itu, Raja Abdullah mendesak mereka agar mendukung badan riset independen bagi misi bersama melindungi planet ini, demikian menurut laporan IINA. (Antara/WAN*)

Pemerintah Luncurkan Video Klip UNFCCC

Jakarta, Greenpress-Guna menggugah kesadaran masyarakat dunia terhadap pemanasan global, Pemerintah Indonesia meluncurkan tiga jenis video klip guna mempromosikan Konferensi Internasional mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC) yang akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, 3-14 Desember mendatang.

"Video klip ini dibuat untuk mempromosikan Konferensi Bali, dan langkah-langkah yang penting untuk menangani masalah global ini," kata Jurubicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, di Kantor Presiden Jakarta seperti yang dilansir Kantor Berita Antara.

Dia menambahkan, melalui video klip itu diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat dunia mengenai diperlukannya suatu konsensus dan langkah baru guna melestarikan lingkungan.

Tiga buah video klip yang masing-masing berdurasi 30 detik itu menggambarkan kerusakan-kerusakan yang telah manusia lakukan terhadap bumi, serta berbagai macam bencana alam yang menimpa berbagai tempat di seluruh dunia.

Ketiga video klip yang menggunakan narasi berbaha…

Berita Foto : Kapal Greenpeace Hadang Kapal Tangker Angkut Kelapa Sawit

Kapal Greenpeace Rainbow Warrior (kanan) menghalangi kapal tanker MT Westama (kiri) yang membawa 30.000 metrik ton minyak kelapa sawit yang siap berangkat di Pelabuhan Dumai, Riau, Sabtu (17/11). Perkebunan minyak sawit berkembang pesat di Indonesia seiring dengan meningkatnya permintaan global akan minyak kelapa sawit yang kelihatannya bisa menjadi energi alternatif ramah lingkungan pengganti minyak bumi, sedangkan aktivis Greenpeace mengatakan perkebunan minyak kelapa sawit mendorong penggundulan hutan dan kehancuran lahan gambut, salah satu faktor utama penyebab perubahan iklim. (Foto ANTARA/Greenpeace/es)