Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 12, 2007

Terkuaknya Rahasia Pembantaian Lewat Milis

Sebuah pembantaian ikan paus yang konon secara rutin dilakukan dalam jumlah besar di Faroe Islands, terletak di antara Norway and Iceland. Wawicaksono mengharapkan agar info dan foto tersebut disebar ke media cetak dan on line, karenanya Redaksi Green Press sangat mendukung upaya Saudara Wawicaksono untuk mengkampanyekan penghentian kekajaman terhadap satwa laut yang dilindungi itu.(Red)





Pertama kali melihat foto di atas, orang akan mengira bahwa gambar tersebut merupakan sebuah pantai yang digenangi limbah pabrik berwarna merah. Boleh jadi rasa sedih sudah terasa di dada kita. Pencemaran, lagi-lagi pencemaran.

Tapi rasa sedih itupun akan segera berubah menjadi rasa marah –konon sedih yang terlalu sangat bisa berubah menjadi marah– jika kita melihat gambar tersebut secara detail atau melihat gambar-gambar pelengkap lainnya.

Ternyata warna merah pada foto laut tersebut adalah hasil jepretan pada tahun 2005 lalu. Foto itu merekam peristiwa pembantaian ikan paus yang secara rutin dilak…

Stop the Climate-Wrecking at Bali

Picture: Avaaz members and youth climate coalitions send a message to negotiators from the Kuta beach in Bali.

Amerika Serikat Tetap Tolak Protokol Kyoto

Nusa Dua,Greenpress-Amerika Serikat (AS) hingga saat ini, masih tetap konsisten terus berputar-putar mengelak masuk ke soal substansi untuk menyembunyikan sikapnya yang konsisten menolak Protokol Kyoto.

Ketua Delegasi AS sekaligus Wakil Menteri Urusan Global dan Demokrasi Paula Dobriansky awalnya memuji Intergovernmental Panel on Climate Change (IPPC) yang kemarin baru menerima Hadiah Nobel.

“Peraih Nobel IPCC telah menjelaskan pada kita semua betapa seriusnya ancaman perubahan iklim. Karenay di Bali sekarang, kita harus bereaksi untuk menghadapi tantangan dan membuka sebuah bab baru dalam diplomasi perubahan iklim,” kata Paula seperti dikutip situs CSF (12/12).

Ketimbang menyatakan meratifikasi Protokol Kyoto seperti halnya Australia, Paula malah mencoba menggeser masalah perubahan iklim menjadi sekedar masalah teknis mitigasi, adaptasi, teknologi dan bantuan keuangan. Ia juga menyatakan anggaran dalam negeri AS untuk masalah perubahan iklim terus bertambah tinggi.

Oleh wartawan deleg…

WALHI: 2015 Banjir Air Pasang Capai Kota

Jakarta, Greenpress-Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta memperkirakan pada 2015, banjir air pasang akan meluas ke daerah Kota dan Mangga Dua bahkan pada 2050 Bandara Soekarno-Hatta akan tenggelam, jika reklamasi terus dilakukan.

"Saat ini, luas kawasan hutan bakau sebagai "wet land" (kawasan genangan air) di Jakarta Utara semakin berkurang, seiring adanya reklamasi pantai. Seperti pada 1984 reklamasi itu mencapai 831 hektare, padahal luasan itu memiliki kemampuan untuk menampung air sebesar 16 juta meter kubik," kata Direktur Eksekutif Walhi Jakarta, Slamet Daroyni, kepada Antara, di Jakarta, pekan lalu.

Ia mengatakan kondisi demikian semakin diperparah dengan adanya penurunan permukaan tanah di kawasan itu, yang dibarengi dengan terjadinya perubahan iklim yang membuat es di kutub mencair hingga volume air laut meningkat hingga saat terjadi air pasang maka tidak bisa lagi tertahan.

Upaya pembuatan tanggul sendiri, kata dia, itu hanya bersifat sementara dan tidak…

Peserta UNFCCC Sepakati Dana Adaptasi

Nusa Dua, Greenpress-Setelah perdebatan yang melelahkan akhirnya para delegasi Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC) di Nusa Dua, Bali, menyepakati dana bagi program adaptasi.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Konferensi Para Pihak (COP) ke-13 di Bali Rachmat Witoelar setelah bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Four Seasons, Bali. Namun, Witoelar tidak menjelaskan secara detail kesepakatan tersebut.

Menurut Rachmat Witoelar, dana adaptasi tersebut akan diambil dari dana mekanisme pembangunan bersih atau clean developement mechanism. Pengambilan dana itu sudah disepakati oleh lembaga yang mengelolanya. Namun, persentasenya baru akan diumumkan setelah kesepakatan itu dibawa ke pertemuan tingkat menteri.

"Dana adaptasi tersebut akan diprioritaskan untuk kelompok rentan dan negara-negara yang paling terkena dampak perubahan iklim,"kata Rachmat seperti yang dikutip situs metrotvnews.

Seraya menambahkan, semua negara sepakat tentang pentingnya adaptasi guna mengatasi …

Warga Muara Baru Kesulitan Air Bersih

Jakarta, Greenpress-Banjir air pasang atau rob hingga Rabu (12/12) masih melanda kawasan Muara Baru, Jakarta Utara. Siang tadi, air kembali naik dan mulai menggenangi rumah penduduk di sekitar Pelabuhan Karantina Muara Baru. Ini membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka harus membeli air di tempat yang jauh.

Kesulitan ini antara lain dialami Manto, pedagang bakso yang sudah 15 tahun berjualan makanan ringan ini. Ia harus membeli air karena selama banjir rob datang air PAM mati. Ia pun tidak dapat memanfaatkan air sumur karena kondisi air menjadi keruh.

Untuk keperluan mandi para penduduk di kawasan ini harus membeli air Rp 1.000, sedangkan untuk keperluan minum dan memasak mereka harus terus menggunakan air isi ulang Rp 3.000 per galonnya. Padahal, kebanyakan penduduk di sini harus menggunakan banyak air karena rata-rata mereka bekerja berjualan makanan (metrotvnews).

CAN: Empat Negara Maju Merusak Negoisasi

Nusa Dua, Greenpress-Tiga hari menjelang usainya Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) di Nusa Dua, Bali, Rabu (12/12), empat negara maju dinilai berperan destruktif untuk mempelambat kemajuan negoisasi. Empat negara itu adalah Amerika Serikat (AS), Kanada, Jepang, dan Australia.

Nur Hidayati dari Greenpeace Southeast Asia-Indonesia, menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers Climate Action Network (CAN) International pagi ini. “Konferensi perubahan iklim awalnya dibuka dengan harapan besar. Tapi kemajuan perundingan berjalan begitu lambat,” ujar Nur. “Ämerika Serikat, Australia, Jepang dan Kanada telah berperan destruktif dalam perjalanan perundingan,” tegas Nur.

Di satu sisi, kata Nur, negara berkembang (G-77) mengajukan pemotongan utang sebagai salah satu jalan keluar untuk mengatasi masalah perubahan iklim. Sementara negara maju mengajukan teknologi baru rendah emisi karbon untuk diterapkan di negara berkembang.

Sayangnya, Nur melihat para menteri Indonesia terlalu lemah …

Ban Ki-Moon Mendambakan Bali Road Map

Nusa Dua, Greenpress-Ban Ki-Moon, Sekjen PBB saat ini, dalam pembukaan pertemuan high-level segment menginginkan komitmen semua negara mengatasi perubahan iklim. Bali Road Map diharapkan tercipta. Jika tidak, seluruh masyarakat dunia akan kecewa.

Sekitar pukul 10.22 WITA, Presiden COP 13 Bali, Rachmat Witoelar, membuka pertemuan high-level segment antara kepala Negara, hari ini. Bertempat di Plenary Hall, BICC, Nusa Dua, Bali, hadir beberapa kepala negara dan pemerintahan. Termasuk diantaranya Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Australia, Kevin Rudd.

Sambutan pembukaan dilakukan oleh Rachmat Witoelar, menyambut antusias dunia untuk berkumpul di Bali. Ia berharap semua peserta menyumbang kontribusinya dalam permasalahan iklim global ini.

Hal serupa juga disampaikan Ban Ki-Moon. Sangat jelas setelah IPPC bersama Al Gore menerima Nobel Perdamaian di Oslo baru-baru ini. Baginya, penemuan ilmiah menunjukkan perubahan iklim itu nyata dan dampaknya serius.

Tak ada yang mengelak naik…

Annex I Gunakan Standar Ganda Atasi Perubahan Iklim

Nusa Dua,Greenpress-Bali-Annex 1 dinilai menggunakan standar ganda dalam mengatasi perubahan iklim. Bahkan apa dilakukan negara maju diproyeksikan akan menambah beban miliaran warga miskin, terutama di negara-negara berkembang.

Menurut Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Chalid Muhammad, negara-negara maju di Utara selama ini menerapkan standar ganda dalam model pembangunan global yang mereka jalankan, yaitu di satu sisi mendorong isu pemeliharaan lingkungan, tetapi di sisi lain mempertahankan pasokan bahan mentah murah yang menghancurkan wilayah sosioekologis penting di negara-negara Selatan.

"Bagi negara Selatan, model pembangunan global ini lebih banyak menyumbangkan kemiskinan,"ujar Chalid seperti yang dilansir Bali Media Centre.

Masyarakat di Selatan kata Chalid bergelut dengan berbagai krisis sosial-ekologis, rusaknya lingkungan, disintegrasi sosial, dan menghilangnya akses pada sumber kehidupan. Kelaparan, malanutrisi, bencana alam,…

COP 13 Berubah Menjadi Pasar Karbon

Nusa Dua, Denpasar, Bali-Konferensi perubahan iklim (COP 13) nampaknya makin jauh dari yang diharapkan untuk mengurangi dampak perubahan iklim, karena pertemuan tersebut telah berubah menjadi pasar karbon.

Menurut Kepala Kebijakan World Development Movement UNFCCC,Peter Hardstaff, UNFCCC sebagai pertemuan yang menjunjung kerjasama dan membangun kepercayaan antarnegara guna mengurangi dampak perubahan iklim telah beralih rupa menjadi pasar perdagangan karbon.

Penegasan Hardstaff seperti yang dilansir bali media centre,dilandasi oleh kemunculan berbagai institusi finansial internasional di Bali, juga menteri-menteri perdagangan yang tergabung dalam WTO.

Sementara porsi aktifis lingkungan dalam arena UNFCCC sangat kecil. Akibanya sebagian besar aktifis lingkungan (NGO lebih memilih membentuk komunitas tersendiri yang disebut kampung CSF (Civil Society Forum) yang juga bertempat di Nusa Dua Bali.

Chalid Muhammad, Direktur Eksekutif Nasional WALHI juga mengamini pernyataan Hardstaff. Ia m…