Langsung ke konten utama

Belajar Jurnalisme lingkungan di Jerman


Buat rekan-rekan ini informasi yang kami peroleh dari posting Mas Harry Surjadi di milis wartawan lingkungan tentang kesempatan baik untuk belajar jurnalisme lingkungan di Jerman,ini sangat berguna dalam memperkuat kapasitas jurnalis dalam peliputan lingkungan. Adapun persyaratan yang diminta yaitu telah empat tahun menjadi juralis, fasih berbahasa Inggris, dan berumur di bawah 36 tahun.



Batas akhir pendaftaran tanggal 5 Mei 2008, mungkin baiknya teman-teman bisa kontak di Kedubes Jerman terkait informasi tersebut.

Programme No 7612500700 - Environmental reporting

The programme is open to journalists who work for print media and who have a special interest in environmental topics.

The course is open to candidates from the following countries:
Bangladesh, China , Ghana , India , Indonesia , Jordan , Mozambique , Nigeria , Tanzania .


Admission requirements:
Applicants have to

· have a minimum of 4 years of professional experience

· be proficient in English (the course and all exercises will be conducted in English)

· be under 36 year old

Kindly address any inquiries directly to the German Embassy on the spot. Applicants from China , Mosambique and Tanzania are kindly requested to contact the InWEnt offices in Beijing , Maputo and Dar-Es-Salam.

Closing date for applications is May 5, 2008.

Info detail silakan akses di situs :
http://www.inwent. org/themen_ reg/iij/programm e/06642/index. en.shtml

Best wishes

Mike Shanahan
Press Officer
International Institute for Environment and Development (IIED)
3 Endsleigh Street, London WC1H 0DD, UK.

Tel: +44 (0)20 7388 2117
Fax: +44 (0)20 7388 2826
Email: mike.shanahan@ iied.org
http://www.iied. org
IIED is a company limited by a guarantee and incorporated in England. Reg.
No 2188452. Registered office: 3 Endsleigh Street, London WC1H 0DD, UK. VAT
Reg. No. GB 440 4948 50. Charity No. 800066

www.iied.org

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Gerakan Pro Lingkungan Kian Tumpul

Oleh : Yos Hasrul*

Saat perkebunan dan tambang menyerbu . Bentang hutan alam di negeri-negeri ini sebagian besar telah hilang. Coba lihat, gunung-gunung telah gundul. Pohon-pohon tercerabut dari tanah. Tanah desa berubah jadi kubangan raksasa. Jalan raya sebagian besar rusak parah. Kata kesejahteraan masih sangat jauh dari rakyat.

Nasib rakyat tetap sama, meski investor berlomba-lomba mengkavling tanah. Tak ada perubahan.

Dua hari lalu, saya sempat mampir di bumi konawe utara. Menjejal jalan-jalan di ujung desa. Melewati rumah-rumah yang berdebu dan jauh dari sebutan sejahtera. Sepanjang mata memandang hanya terlihat pohon sawit berjejal hingga ke puncak bukit. Seluruh hutan alam telah berganti pohon sawit. Di belakang desa, gunung-gunung mulai bolong-bolong.

Saya mampir di salah satu perkampungan eksodus ambon di Desa Tobi Meita. Nama desa Tobi Meita dalam bahasa setempat berarti gunung tinggi. Nama ini diambil karena di belakang desa gugus pengunung menjulang berderet de…