Langsung ke konten utama

Car-Free, Solar City in Gulf Could Set a New Standard for Green Design


photo : Foster + Partners/The News Times

By ANDREW C. REVKIN

In an ever more crowded world facing environmental limits, the push is on to create entire communities with reduced needs for energy, water, land and other resources.
Skip to next paragraph
Dot Earth


The latest effort comes not in some green hub like Portland, Ore., but in the Persian Gulf, fueled as much by oil wealth — and the need to find postpetroleum business models — as environmental zeal.

Groundbreaking is scheduled for Saturday for Masdar City, a nearly self-contained mini-municipality designed for up to 50,000 people rising from the desert next to Abu Dhabi’s international airport and intended as a hub for academic and corporate research on nonpolluting energy technologies.

The 2.3-square-mile community, set behind walls to divert hot desert winds and airport noise, will be car free, according to the design by Foster + Partners, the London firm that has become a leading practitioner of energy-saving architecture.

The community, slightly smaller than the historic district of Venice, will have similar narrow pedestrian streets, but shaded by canopies made of photovoltaic panels. It will produce all of its own energy from sunlight.

Water will flow from a solar-powered seawater-desalinization plant. Produce will come from nearby greenhouses, and all waste will be composted or otherwise recycled, said Khaled Awad, property manager for the project.

The first phase, to be completed over the next two years, will be construction of the Masdar Institute, a graduate-level academic research center associated with the Massachusetts Institute of Technology.

Readers can see a simulated video tour of the city and post comments on the Dot Earth blog.

Attempts at such green communities have had mixed results. Arcosanti, the ecotopian town in the Arizona desert, was started three decades ago. Still a work in progress, it is now being encroached on by Phoenix’s suburban expansion.

China, with help from American partners, has embarked on building instant rural communities and cities designed to limit environmental impacts, but recent reports have disclosed many problems.

Still, environmental campaigners appear enthusiastic about Masdar City, which is part of a planned $15 billion investment in new energy technologies by Abu Dhabi.

At an international energy conference in that city last month, Jean-Paul Jeanrenaud, director of the One Planet Living initiative of the environmental group WWF International (known in North America as the World Wildlife Fund), said independent monitoring would help ensure that the project lived up to its billing. New York Times

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…

Orang Bajo dan Pohon Bakau yang Tersisa di Soropia

Suasana Desa Bajo Indah.
Foto: Kamaruddin Azis .

Banyak orang menganggap bahwa Sulawesi Tenggara, adalah kampung kedua bagi warga Sulawesi Selatan. Berangkat dari anggapan ini, dilengkapi dengan bacaan sejarah dan fakta mengenai pengaruh kaum pendatang dari Selatan di ujung kaki pulau Sulawesi ini, citizen jurnalist reporter yang selama ini aktif di panyikul.com, Kamaruddin Azis mencoba membaca ulang hubungan-hubungan sosial budaya tersebut dengan mengamati geliat masyarakat Bajo di satu desa pesisir di bagian timur kota ibu kota provinsi Sulawesi Tenggara. Berikut ulasanya

Setelah diguyur hujan semalam, pagi itu Kota Kendari sedang cerah. Kami meninggalkan kota menuju arah pesisir timur. Setelah melewati Kampung Salo dan Kessi Lampe, pandangan kami tertuju pada pohon-pohon bakau yang rindang dan padat. Pohon-pohon yang menghijau di sepanjang teluk Kendari. Pemandangan itu menjadi tak biasa karena vegetasi ini memang teramat langka dijumpai di kota lainnya.

Pohon bakau terlihat tinggi da…