Langsung ke konten utama

Google to help green technologies amass scale


By Nichola Groom

INDIAN WELLS, California - Google Inc is prepared to invest hundreds of millions of dollars in big commercial alternative-energy projects that traditionally have had trouble getting financing, the executive in charge of its green-energy push said on Wednesday.

The Internet search giant, which has said it will invest in researching green technologies and renewable-energy companies, is eager to help promising technologies amass scale to help drive the cost of alternative energy below the cost of coal.

"There are a lot of technologies that get to the pilot scale and look promising, but the first few large commercial projects deploying those technologies, financing those can be extremely difficult," Dan Reicher said in an interview at the Clean-tech Investor Summit in Indian Wells, California.

"Often the usual equity and debt players will say come back to us when you've demonstrated this at scale," said Reicher, director of climate and energy initiatives for Google's philanthropic arm, Google.org.

The stage between successfully developing a new technology and amassing scale is often referred in the industry as the "Valley of Death," Reicher said.

Venture capital firms typically pour tens of millions into developing new technologies, Reicher said. But that's not nearly enough to build a utility-scale solar thermal plant, for instance, and that's where Google thinks it can be helpful, he added.

"When you get to building a commercial-scale project in the energy world, you can be looking easily at hundreds of millions or even across the billion dollar threshold," Reicher said. "Over years we'll be looking at hundreds of millions of dollars. So we're very mindful of the Valley of Death."

In addition to considering project finance, Google has already committed $20 million to funding start-up firms researching solar-thermal and high-altitude wind power.

It is also looking closely at several companies with enhanced geothermal systems, Reicher said. Enhanced geothermal systems, or EGS, create power by pumping water into hot rocks in the ground rather than harvesting hot water already there.

"We arrived at these three technologies because we think they have real promise to move down the cost curve and to be competitive with coal and to get to very large scale," Reicher said.

Google said in November it planned to spend hundreds of millions of dollars to help drive the cost of electricity made from renewable sources below the price of power generated from dirty coal-fired plants.

The company has pledged $10 million to Pasadena, California-based eSolar Inc to support research and development on solar thermal power, which concentrates heat from the sun to create steam and spin turbines. It has invested $10 million in Alameda, California-based Makani Power Inc, which is developing high-altitude wind technologies.(Reuters)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…