Langsung ke konten utama

Perdagangan Penyu Masih Terjadi di Sultra

Kendari - Meski sudah menurun, praktik perdagangan satwa langka penyu masih terjadi di Sulawesi Tenggara terutama di Wanci, Moramo, Ereke, dan Tikep, demikian hasil investigasi ProFauna Indonesia.


Perdagangan penyu di wilayah Sultra sebagian besar terjadi di pesisir timur, terutama yang menghadap ke laut banda, kata Koordinator ProFauna Indonesia I Wayan Wiradnyana di Kendari, Kamis.

Menurut dia, penyu-penyu yang di perdagangkan di Sultra selain untuk konsumsi lokal sebahagian juga di kirim keluar pulau, terutama ke Bali. Dari perbagai informasi yang diperoleh di lapangan, penyu yang dikirim ke Bali selain berasal dari Sultra juga berasal dari Sulteng, yaitu Pulau Padei dan Pulau Masudihang.

Daerah yang paling banyak mengirim penyu ke Bali yaitu Wanci, Kabupaten Wakatobi dengan pengiriman pertahun rata-rata 600 ekor penyu dan sebahagian besar ditangkap di perairan Taman Nasional Wakatobi.

Sedangkan daerah lain di Sultra Yaitu Ereke, Kabupaten Buton Utara rata-rata sebanyak 250 ekor per tahun, Moramo, Kabupaten Konawe Selatan rata-rata 240 ekor dan Tikep Kabupaten Muna 25 ekor per tahun.

"Penampungan penyu di Wanci sangat terbuka, penyu-penyu tersebut diletakan di kolam-kolam penampungan yang ada di depan rumah penduduk dan apabila ada kapal dari Bali yang datang maka penyu tersebut baru akan dinaikan ke kapal," katanya.

Jika petugas mau melakukan penyitaan maka sebenarnya sangatlah mudah untuk dilakukannya karena kolam penampungan penyu tersebut lokasinya didepan rumah.

Perdagangan penyu di Wanci diduga masih terjadi dan pengiriman penyu dari Wanci ke Bali biasanya dua sampai tiga kali dalam setahun dengan waktu yang tidak bisa ditentukan secara pasti.

Menurunnya, perdagang penyu di Sultra di sebabkan petugas BKSDA dan Departemen Kehutanan, Polisi dan TNI AL aktif melakukan operasi penyitaan dan dalam dua tahun terakhir ini petugas telah menyita lebih 300 ekor penyu.

Meski Perdagangan penyu di Sultra telah menurun, tapi ini bukan berarti perdagangan penyu berhenti total. Hasil investigasi ProFauna Indonesia tahun 2007 membuktikan bahwa perdagangan penyu di daerah ini masih terjadi meski dengan cara sembunyi-sembunyi dan diperkirakan dalam satu tahun ada sekitar 1.115 ekor penyu yang diperdagangkan.

Jenis penyu yang diperdagangankan di Sultra yaitu penyu hijau (Chelonia mydas) dan faktor harga jual yang tinggi menjadi penyebab terjadinya penangkapan penyu.

Harga penyu hijau yang dijual ke kapal-kapal yang berasal dari Bali, Rp450.000/ekor, sedangkan harga untuk pasaran di Bali mencapai Rp1 juta per ekor ukuran dewasa.(Ant)

Komentar

Anonim mengatakan…
aku mau nambahkan link duniapenyu,wordpress.com
blog ini tentang penyu,bisa diskusi dan lain lain

Pos populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Negara Kepulauan Tuntut Amandemen Protokol Kyoto

Tuvalu, salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Foto : Google.

Kopenhagen, BL-Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Tuvalu dan sejumlah negara kepulauan menuntut Amandemen Protokol Kyoto dalam pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP) di Bella Center kemarin.

Pertemuan itu membahas amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.

Hal tersebut dilaporkan Siti Maemunah dari Jatam yang juga turut hadir dalam COP 15 UNFCCC. Menurut Maemuna, Tuvalu adalah salah satu negara kepulauan di Asia pasifik yang harus lintang pukang bertahan hidup aki…