Langsung ke konten utama

Perlu Kesadaran Bersama Atasi Pemanasan Global

JAKARTA, - Pemanasan Global atau Global Warming yang terjadi saat ini bukanlah suatu masalah yang dapat diselesaikan dengan cepat. Perlu kesadaran bersama untuk menyelesaikan masalah yang akan dirasakan dampaknya di seluruh dunia, termasuk indonesia.

Dampak perubahan iklim, seperti naiknya permukaan laut, akan menyebabkan tenggelamnya pulau-pulau kecil. Naiknya suhu laut mengakibatkan hasil perikanan akan menurun. Naiknya suhu udara akan meningkatkan berkembangnya penyakit. Peningkatan curah hujan akan meningkatkan banjir dan longsor, juga perubahan musim tanam, dan peningkatan penguapan serta peningkatan intensitas badai tropis akan menyebebakan rawan transpotasi.

"Menurut data yang diperoleh World Bank, sebagian negara berkembang yaitu 80 persennya kehilangan tiga kali hasil negaranya akibat perubahan iklim yang terjadi. 4,3 triliuan dollar AS, negara-negara berkembang mengalami kerugian akibat perubahan iklim," kata Ari Muhammad, Climate Policy and Adaptation Coordinator WWF, saat menjadi narasumber dalam diskusi mengenai pemanasan global yang diselenggarakan oleh Society of Indonesia Environmental Journalist (SIEJ) bekerja sama dengan World Wildlife Fund (WWF) di Bebek Bali, Taman Ria Senayan, Jakarta, Rabu (13/2).

Semuanya ini merupakan akibat dari perubahan iklim di Bumi yang dipicu kegiatan tidak ramah lingkungan di berbagai belahan dunia. Untuk mengatasinya sudah seharusnya menjadi tanggung jawab semua pihak.

"Indonesia sendiri perlu perencanan aksi perubahan iklim yang menarik seluruh sektor dan berbagai stakeholder (pemangku kepentingan) untuk bersama-sama mengatasi masalah ini" ujar Sulistyowati, Asisten Deputi Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim, Kementrian Lingkungan Hidup,

Pihaknya telah menyiapkan bentuk edukasi tentang masalah pemanasan global agar semua orang dapat mengetahui dan mempelajarinya sehingga sama-sama dapat mengerjakan begiannya masing-masing. Salah satunya dengan mengeluarkan buku yang berisi rencana aksi perubahan iklim yang memiliki lima bab.

Menurut Prof.Dr.Ir. Tridoyo Kusumastanto, MS, Kepala pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor, ada tiga strategi yang harus dikembangkan dalam meminimalisasi dampak pemanasan global. Pertama, strategi kembali ke alam (back to nature) dengan menjaga kondisi alam agar tetap terpelihara dengan baik,. Kedua, strategi penyadaran masyarakat melalui kampanye, penyuluhan, pelatihan, dan pendidikan terhadap lingkungan. Ketiga, strategi advokasi kebijakan pembangunan sehingga aspek pemanasan global masuk dalam kebijakan dan stategi pembangunan nasional, sehingga melalui kebijakan dan langkah nyata mampu menggerakan aparat pemerintah, swasta maupun masyarakat.

Dengan strategi-strategi yang dapat dilakukan bersama-sama oleh semua bagian masyarakat dapat menghasilkan keberhasilan Indonesia dalam melakukan adaptasi pemanasan global yang akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi dunia. Karena posisi Indonesia yang sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan potensi alam terbesar, diharapkan dapat mendukung program-program nasional maupun internasional dalam memerangi pamenasan global.

"Mulailah dari hal-hal yang kecil dan itu akan membantu mengatasi pemanasan global" ujar Ari menutup wawancara.(M1-08/Kompas)

Komentar

Shireishou mengatakan…
Iyah.. ngedri ngebayanginnya. Aku skrg lbh syka n aik bis aja. Mengurangi 1 mobil untuk kurangin Co2
Green Press Network mengatakan…
Shiireishou, apa yang kamu lakukan udah sangat membantu dalam mengurangi dampak pemasan global, paling tidak upaya kamu menggunakan kendaraan umum itu sangat membantu untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, terutama jika Anda berdomisili di Jakarta.Ajak teman-teman kamu untuk memberi kontribusi bagi perbaikan lingkungan
:: ing :: mengatakan…
edukasi tentang masalah global warming emang kurang...saia aja bingung klo teman" ga ada yang ngerespon pmbiaraan saia tentang global warming yg merusakkan ini,..

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Bakau di Teluk Kendari Terus Menyusut

Masa kejayaan hutan bakau di sepanjang TelukKendari perlahan mulai redup, seiring maraknya pembangunan pemukiman di sekitarnya.