Langsung ke konten utama

Hutan Lutim Seluas 118 Ribu Ha Dikonversi PT.Inco

Kabupaten Luwu Timur tidak hanya memiliki potensi sumber daya alam dibidang pertambangan yang saat ini dikelola PT.International Nikel Indonesia (INCO) Tbk, tetapi juga memiliki potensi hutan yang cukup besar.



Luwu timur memilki hutan lindung yang cukup luas dengan perincian sebagai berikut : hutan produksi 7.940,13 ha, hutan produksi terbatas seluas 88.252,57 ha, hutan produksi konversi seluas 21.748,28 ha, hutan konversi seluas 183.624,08 ha, areal pengguna lain seluas 115.165,66 ha, hutan dengan tujuan khusus 744,30 ha, dan hutan yang diperuntukkan untuk pertambangan kurang lebih 118.000 ha yang masuk konvensi PT.Inco, sehingga jumlah keseluruhan hutan Lutim seluas 235.998, 34 hektar.



Adapun kondisi hutan di Bumi Batara Guru ini, telah mengalami kerusakan dan degradasi karena adanya penebangan liar, kebakaran hutan, perlandangan berpindah, perambah hutan,dan berbagai kebijakan penggunaan lahan tidak terkoordinasi dengan baik.



Akibat kerusakan hutan tersebut maka produksi kayu juga mengalami, penurunan kalau kondisi ini tidak tertangani dengan baik maka akan menimbulkan kerugian yang lebih besar dibidang kehutanan, demikian dikatakan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Luwu Timur, H.AT. Umar Pangerang pada saat membuka sosialisasi dan desiminasi peraturan perundang-undangan di bidang pemamfaatan hutan hak/kayu rakyatdan penggunan Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) yang diselenggarakan Balai Pemantau Pemamfaatan Hutan Produksi Wilayah XV Makassar bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Luwu Timur, belum lama ini, di Hotel Sikumbang, Tomoni.



Dan rilis Humas Pemkab Luwu Timur, menyebutkan bahwa sosialisasi ini diikuti para Camat, kepala desa, kapolsek, dan pengusaha kayu sekabupaten Luwu Timur.(Andi Ahmad)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…