Langsung ke konten utama

Ilegal Logging Dipulau Wawoni Semakin Marak.

Wawoni, Greenpress. Akses illegal logging yang menggerogoti daratan Wawomi tampaknya sukar diatasi, Betapa tidak, para pelaku illegal logging semakin marak saja beroperasi dikawasan itu dan efeknya sudah pasti berbuntut pada percepatan penggundulan hutan.

Pihak pemerintah Desa dan oknum petugas dikawasan itu sepertinya memberikan kelonggaran bahkan disinyalir kalau ada oknum tertentu yang terlibak illegal logging berkesan dilindungi sehingga warga ( pengelolah kayu, red) merasa aman.

Sinyelemen adanya keterlibatan oknum petugas tertentu dalam praktek illegal logging dipulau Wawoni, itu terungkap dari pengakuan warga dan tokoh masyarakat setempat yang tidak mau namanya disebutkan, bahwa pembalakan kayu secara illegal dipulau Wawoni sudah menjadi suatu sindikat, sebab oknum petugas yang terkait mengetahui kegiatan pembalakan kendati hal itu para pelakunya tidak memiliki dokumen resmi dari Dinas Kehutanan, demikian pengakuan warga di Wawoni belum lama ini.

“ Sulitnya diberantas para pembalakan liar dipulau Wawoni karena masyarakat didaerah itu sebahagian menjadikan pendapatan secara rutin, “ katanya.

Menurut Kepala Desa Waworope Kecamatan Wawoni Utara, Salim Mukkarram mengatakan aktifitas pembalakan kayu dikawasan itu diakuinya sulit untuk dicegah karena sudah menjadi mata pencaharian warga didaerah itu, seperti dikutif pada Timur Merdeka.

“ Jika dilarang mereka melakukan itu, itu berarti saya putuskan pekerjaannya,” jelas Salim.

Salim mengakuinya, bahwa pembalakan kayu dikawasan hutan Wawoni pada umumnya dan dikecamatan Wawoni Utara khususnya memang susah diatasi. Indikatornya warga pengelolah kayu di Wawoni utara ini sudah banyak yang memiliki alat pemotong kayu ( (sensaw).

Salah seorang pengusaha kayu di desa Waworope Kecamatan Wawoni Utara Abdul Rahman menjelaskan usaha yang digelutinya itu memang tidak mengantongi dokumen resmi dari instansi terkait, namun hal itu dilakukan hanya sekedar mencari hidup, Namun tiap kali melakukan kegiatan usahanya ada pihak yang lain yang dijadikan sebagai backing, dan dari hasil usaha itu harus juga mendapat bagian.” Jadi hanya dapat keuntungan sangat tipis, “ jelasnya.

Ditambahkan pula bahwa hasil illegal logging itu dimuat didermaga desa Waworope Kecamatan Wawoni dan selanjutnya diangkut dengan kapal kayu ke Kendari, dan Wakatobi. ( Andi Ahmad)

Komentar

Pos populer dari blog ini

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…

Mencumbu Wisata Air Terjun Moramo

Pepohonan rimbun tumbuh subur disepanjang jalan. Sebagain telah berumur dan berukuran besar.  Batu dan pohon-pohon berbalur lumut begitu mudah dijumpai.

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …