Indonesia Belum Miliki Regulasi Indeks Kesehatan Sungai

Indonesia saat ini belum memiliki produk hukum (regulasi)
yang secara khusus mengatur mengenai indeks kesehatan
sungai dan tata cara pemantauan dan pengukurannya.



Hal itu diungkapkan Kepala Pusat PLH Sumapapua, Ridwan D.
Tamin, MSc saat memberikan sambutan pada Workshop
Assessment Sungai ini di Makassar beberapa waktu lalu.
Didepan para peserta yang terdiri dari badan/dinas
pengelolaan lingkungan hidup, Ridwan mengungkapkan meski
ketiadaan regulasi ini tidak menjadi penghalang bagi
instansi yang bersangkutan untuk terus memantau dan
melakukan asessement terhadap kesehatan sungai.
“Pengukuran kesehatan sungai dapat dilakukan dengan
menggunakan berbagai metode ilmiah yang sudah banyak
dikembangkan oleh para pakar atau lembaga baik di dalam
maupun luar negeri,” katanya.

Metode paling ideal dalam mengukur kesehatan sungai kata
Ridwan adalah indeks kesehatan sungai (index of stream
condition). Penilaian terhadap kondisi sungai (river
assessment) menurut Ridwan melibatkan berbagai
aspek/komponen sungai. ”Mengukur kondisi sungai tidak
hanya mengukur kualitas air sungainya saja, tetapi lebih
jauh dari itu, yaitu mengukur kuantitas air, biota
perairan, kondisi fisik dan morfologi sungai, kondisi
vegetasi riparian serta tentunya mengukur kondisi sosial
dan ekonomi masyarakat sekitar sungai,” lanjutnya.
Pengukuran kondisi kesehatan sungai (assessment sungai)
lanjut mantan Asisten Deputi Urusan Pengendalian
Pencemaran Emisi Sumber Bergerak, KLH ini sangat
bermanfaat untuk pengelolaan sungai secara berkelanjutan.
Diantaranya, membantu pihak pengelola sungai merumuskan
tujuan dan memantau kinerjanya serta berguna dalam
mengkomunikasikan kondisi sungai ke masyarakat luas dan
tingkatan manajemen yang lebih tinggi atau lembaga donor;
membantu pihak pengelola untuk mengetahui
permasalahan/problem yang terjadi di sungai dalam rangka
membantu para pengambil keputusan dalam mengalokasikan
sumberdaya (resources) dan dana.

“Assessment sungai juga bermanfaat untuk mengukur
keberhasilan penerapan kebijakan dan efektivitas dari
berbagai intervensi seperti regulasi, insentif dan
pelaksanaan program-program pemerintah dalam melakukan
pengelolaan sungai. Namun, adalah lebih penting untuk
segera melakukan assessment sesuai dengan energi yang
dimiliki masing-masing daerah terhadap sungai-sungai yang
ada, sebelum kita kehilangan sumberdaya air tersebut satu
demi satu,” katanya sambil menutup kata sambutan.(Zaenal/Andi Ahmad)
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: