Langsung ke konten utama

Von Hernandez, Pimpin Greenpeace Asia Tenggara

Ketgam : Von Hernandez berada di timbunan sampah di Manila. Foto:Dok Greenpeace.

Jakarta, Emmy Hafild Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara Periode tahun 2005 – 2008 yang telah berakhir masa jabatannya, digantikan Von Hernandez yang selama ini juga memperkuat kampanye bahan racun organisasi pencinta lingkungan terbesar di dunia ini.

Von Hernandez dikenal luas saat kampaye yang mengeksposes pembuangan dan pencegahaan pembakaran sampah yang menjadi penyebab polusi tertinggi di Asia tenggara. Perjuangan tersebut menghantarkan ia mendapat penghargaan Goldman di tahun 2003, atau setara dengan hadiah nobel bagi para aktivis lingkungan.

Von Hernandez menjadi orang Filipina pertama yang mendapat penghargaan tersebut. Penerima penghargaan tersebut sebelumnya adalah Wangari Maathai. Di tahun 2007, Von Hernandez terpilih menjadi salah satu pahlawan lingkungan versi majalah TIME untuk kampaye yang sama.

Lebih dari lima belas tahun Von Hernandez berkecimpung sebagai aktivis lingkungan. Ia merupakan salah satu dari pencetus kampaye lingkungan dan beberapa kegiatan seperti kampaye untuk merehabilitasi sungai Pasig dan berkampanye untuk membersihkan pencemaran racun bekas pangkalan militer Amerika Serikat yang terdapat di daerah Clark dan Subic di Filipina.

Von Hernandez termasuk pendiri dan pendorong dari pelbagai penyelamatan lingkungan dan koalisi-koalisi di tingkat nasional ataupun internasional seperti Aliansi Global Anti-Incineration Alliance (GAIA), Waste Not Asia, Lakbay Kalikasan, Koalisi the Eco-Waste, Pergerakan Sagip Pasig, Kesatuan masyarakat menuntut pembersihan pangkalan militer dan Kesatuan penolakan perdagangan kayu.

Pada tahun 1995, Von Hernandez bergabung dengan Greenpeace sebagai koordinator pada kampaye bahan beracun Greenpeace di Asia. Ia menjadi dewan pengurus Greenpeace India dan posisi terakhirnya adalah Direktur Kampanye Greenpeace Asia Tenggara selama empat tahun sebelum penunjukanya sebagai Direktur Eksekutif.

Saat pengumuman penunjukan 7 Maret pekan lalu, Emmy Hafild Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara Periode tahun 2005 - 2008 mengatakan Von Hernandez adalah seorang campaigner Greenpeace yang mempunyai pengalaman berkampaye yang sangat kaya dalam strategi berorganisasi.
“Saya yakin didalam kepemimpinan Von Hernandez dapat memperkuat Greenpeace asia tenggara untuk mempertahankan dan memperjuangkan lingkungan dari ancaman perubahan iklim, penggundulan hutan, Polusi dan kontaminasi Genetik“ Tegas Emmy

Sekedar diketahui Greenpeace Asia Tenggara telah berdiri sejak 1 Maret 2000 dan memiliki tiga kantor yaitu Bangkok, Manila dan Jakarta. (Marwan Azis)

Komentar

Anonim mengatakan…
kayaknya semua organisasi lingkungan internasional mengklaim diri sebagai organinasi lingkungan terbesar di dunia.

Yang benar, siapa yang paling besar? Greenpeace atau Friends of the Earth yang katanya merupakan organisasi lingkungan hidup berbentuk federasi dari 70 negara lebih...gimana tuh?

Salam,
pengamat organisasi lingkungan

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…