Langsung ke konten utama

Walhi Serahkan Uang Donasi Untuk Sewa Hutan Indonesia

JAKARTA, SENIN - Chalid Muhammad, Direktur Eksekutif Nasional WALHI, bersama dengan beberapa tokoh Republik Mimpi seperti Jarwo Kuat dan Effendi Gazali menyerahkan uang sejumlah Rp1.614.000 hasil donasi kepada Departmen Keuangan Republik Indonesia yang diwakili oleh Agoeng Adhianto, kepala humas Depkeu, untuk menyewa lahan hutan Indonesia selama dua tahun, Senin (3/3).


Penyerahan uang ini sebagai bagian dari aksi kepedulian lingkungan yang dilakukan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menolak PP No.2/2008 tentang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan hutan. Menurut Chalid, peraturan pemerintah ini jelas akan menimbulkan kerusakan hutan secara permanen.

"PP ini jelas akan mengijinkan pembukaan hutan lindung dan hutan produksi untuk kegiatan tambang dengan tarif sewa seharga seratus dua puluh hingga tiga ratus rupiah per meter persegi," tegas Chalid. Dalam aksinya di depan kantor Depkeu, WALHI menggelar orasi, spanduk dan dagangan dari dua penjual gorengan sebagai simbol bahwa hutan Indonesia hanya dihargai senilai harga gorengan.

PP ini menurut WALHI akan berpotensi merusak lebih dari 900 ribu hektar hutan lindung di Indonesia yang dilakukan oleh tiga belas perusahaan yang telah ditunjuk pemerintah. Chalid menambahkkan bahwa aksi mereka tidak akan berhenti di sini. Ia mengaku telah mendapat dukungan dari sejumlah donatur yang bersedia untuk memberikan sumbangan untuk menyewa lahan hutan di Inonesia selama dua tahun.

WALHI juga mengajak seluruh lapisan masyarakat yang masih peduli terhadap hutan Indonesia untuk ikut memberikan sumbangan untuk melawan peraturan pemerintah ini. "Kami sudah mengumpulkan seratus dua puluh empat orang yang bersedia menyewa hutan Indonesia. Antara lain Daniel Dakidae, Frangky Sahilatua, dan Olga Lidya. Masing-masing bersedia menyewa antar satu hingga sepuluh hektar hanya selama dua tahun. Kami yakin setelah dua ribu sembilan pemerintah yang baru akan mencabut PP ini," ujar Chalid. (KP)

Komentar

Pos populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Negara Kepulauan Tuntut Amandemen Protokol Kyoto

Tuvalu, salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Foto : Google.

Kopenhagen, BL-Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Tuvalu dan sejumlah negara kepulauan menuntut Amandemen Protokol Kyoto dalam pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP) di Bella Center kemarin.

Pertemuan itu membahas amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.

Hal tersebut dilaporkan Siti Maemunah dari Jatam yang juga turut hadir dalam COP 15 UNFCCC. Menurut Maemuna, Tuvalu adalah salah satu negara kepulauan di Asia pasifik yang harus lintang pukang bertahan hidup aki…

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…