Langsung ke konten utama

MUI : Air Kali Surabaya Mutanajis


Suarabaya,Greenpress– Air Kali Surabaya saat ini dikategorikan mutanajis atau air suci yang terkontaminasi kotoran dan limbah pabrik yang najis. Kesimpulan itu adalah hasil musyawarah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim dan Universitas Airlangga (Unair) kemarin.

Ketua MUI Jatim KH Abdus Shomat Bukhari menjelaskan, kendati belum dinyatakan sebagai fatwa maupun tausiah resmi MUI,hasil kesimpulan sementara inilah yang akan menjadi bahan kajian lebih jauh pada 24 April mendatang.

Bersama lembaga Bahtsul Masail NU, Lembaga Tarjih Muhammadiyah, PDAM, Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Pengendalian Lingkungan (Bapedal), dan pakar ekologi Unair,mereka akan membuat kepastian hukum status air Kali Surabaya.Termasuk hukum membuang limbah di dalam sungai, hukum pengolahan limbah sebelum dibuang, serta hukum mengonsumsinya.

”Sikap (penentuan hukum air Kali Surabaya) ini perlu kami lakukan agar masyarakat tidak bingung lagi. Apakah air sungai tersebut halal dikonsumsi atau tidak.Untuk sekarang,mungkin masyarakat berhati-hati dulu, karena kandungan air yang kotor,” katanya seperti dikutip SINDO.

Pihaknya juga akan mengeluarkan rekomendasi kepada PDAM menyangkut pemanfaatan air Kali Surabaya. MUI akan minta agar air diolah dengan benar-benar baik dulu, sebelum didistribusikan ke masyarakat. ”Ini penting dilakukan karena hingga saat ini masyarakat belum tahu, apakah sistem pengolahan air PDAM sudah sesuai standar atau belum,” imbuhnya.

Sementara itu, menyangkut upaya antisipasi pencemaran yang lebih besar lagi, Shomat mendesak Pemkot Surabaya segera membuat aturan lebih ketat terhadap para pelaku pencemaran. Khususnya pabrik maupun perusahaan-perusahaan besar di Surabaya. Pasalnya, hingga saat ini, pencemaran air akibat limbah pabrik masih begitu tinggi, khususnya pabrik yang berdekatan dengan aliran sungai.

”Selama ini ada kesan pabrik itu dibiarkan begitu saja.Pembuangan limbah pun tidak terkontrol. Inilah yang mestinya ditata lagi. Bila perlu, wali kota membuat larangan khusus bagi perusahaan untuk mendirikan bangunan di tepi sungai,”tandasnya. Direktur Lembaga Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) Surabaya Prigi Arisandi menyambut gembira rencana MUI Jatim tersebut.

Pasalnya,saat ini tingkat pencemaran Kali Surabaya sudah cukup parah dan membahayakan kesehatan masyarakat Kota Surabaya. Prigi menjelaskan, berdasarkan hasil kajian 2005 lalu, kandungan bakteri Ecoli di Kalimas sudah mencapai 64.000/100 mililiter. Jumlah tersebut jauh di atas batas normal yang hanya 1.000/100 mililiter.

Kondisi sama juga terjadi pada kapasitas limbah cair yang mencapai 74 ton/ hari.Padahal, ukuran normal seharusnya 30 ton/hari. ”Kondisi seperti ini kalau dibiarkan terus,akan semakin berbahaya. Karena itu,butuh upaya antisipasi dari semua pihak,seperti MUI,”ujarnya. (ihya’ ulumuddin/sindo/wan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…