Langsung ke konten utama

Walhi Nilai Konversi Hutan di Indonesia Jadi Ajang Korupsi

Surabaya, Greenpress- Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nasional, Chalid Muhammad di Surabaya, Sabtu, mengatakan program konversi hutan di Indonesia menjadi ajang korupsi dan suap bagi pejabat di pemerintah pusat dan daerah.


Menurut Chalid, hal itu terungkap saat menyikapi penangkapan Al Amin Nasution, anggota DPR RI oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa hari lalu, terkait dugaan skandal suap kasus alih fungsi hutan lindung Bintan.

"Perbuatan Al Amin Nasution patut dikecam. Jika memang perbuatanya itu benar," katanya saat ditemui disela-sela paparan visi-misi kandidat Direktur Eksekutif Walhi 2008-2011 di Sekretariat Walhi Jatim Jalan Pucang Anom I Surabaya.

Selain itu, Walhi memuji kinerja KPK yang selama ini merupakan lembaga negara yang konsentrasi dan bertugas khusus menangani tindak pidana korupsi, namun saat ini telah masuk ke ranah kehutanan dari sektor korupsi.

"Kinerja KPK juga harus menyentuh Bupati dan pejabat jajaran Kementrian yang juga membudayakan praktek suap atau sogok," katanya.

Menurut dia, dengan adanya konversi hutan mengakibatkan semakin banyak pejabat yang terpuruk lantaran tak tahan godaan korupsi. Bahkan belum lama ini, Mabes Polri menyatakan memecat tiga perwira polisi yang dinilai membiarkan aktifitas pembalakan di hutan Ketapang Kalimantan Tengah (Kalteng).

Untuk itu, kata dia, Walhi menyerukan agar pemerintah segera mencabut PP nomor 2 tahun 2008 tentang Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), kepada perusahaan tambang terbuka yang melakukan kegiatan usahanya di areal hutan produksi dan hutan lindung.

Sementara itu, untuk menyelamatkan hutan menyusul terbitnya PP 2/2008, Walhi Jatim juga menyerahkan donasi senilai Rp1.650.500 kepada Walhi Nasional, yang diterima Chalid.

Uang yang digalang dari Walhi Jatim itu akan dipakai menyewa hutan lindung, agar terhindar dari aktivitas tambang, sehubungan dengan diterapkanya PP 2/2008.(Antara)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

RoFA, Melihat Indonesia yang Sesungguhnya

Perjalanan tim ROFA. Foto: RoFA.

Tak banyak anak negeri yang rela menghabiskan waktu, pikiran, dan energinya menjejalahi kepulauan Nusantara. Adalah Youk Tanzil bersama anaknya beriniasif melakukan perjalanan panjang menjelajahi Nusantara sebagai bentuk dedikasi dan kepedulian mereka pada Indonesia. Ini merupakan cita-cita besar yang memang telah mereka idamkan sejak lama.