Langsung ke konten utama

Campaign Pelangi: A Call for Climate



Ketgam : Brigita Koswara, jurnalis Kompas yang aktif menulis berita/artikel mengenai perubahan iklim di Harian Kompas yang juga ikut berpartisipasi dalam survey interaktif melalui foto digelar Pelangi.

Berbagai cara bisa kita dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim, salah satunya dengan berbagi cerita tentang perubahan iklim ke orang lain, misalnya jika Anda seorang jurnalis menulislah berita atau artikel tentang pemanasan global di media tempat Anda bekerja.

Demikian halnya profesi lainnya, seperti yang dilakukan para aktifis lingkungan yang bergabung dalam Yayasan Pelangi yang memanfaatkan moment acara Green Festival yang diselenggarakan di Parkir Timur Senayan Jakarta pada 18-20 April 2008 lalu, mengajak para pengunjung untuk mengambil bagian dalam kampanye perubahan iklim.

Mereka melakukan riset interaktif sederhana dengan menggunakan medium foto tentang tindakan nyata yang menjadi favorit masyarakat dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Hasil riset itu rencana akan diteruskan ke pembuat kebijakan, sehingga akan memfasilitasinya melalui kebijkan yang akan dibuat.

Campaign Pelangi menyediakan 9 tag bertuliskan tindakan nyata yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di Jakarta. Setiap orang yang lewat, diajak untuk ikut ‘berkampanye’dan berfoto dengan salah satu tag dari sembilan tag yang disediakan. “Dari foto-foto ini, didapat hasil jumlah aktifitas yang paling mudah untuk dilakukan orang untuk berkontribusi dalam mengurangi dampak perubahan iklimm,”kata salah seorang aktifis Pelangi.

Dari 652 suara yang terkumpul, dari sekian tips sederhana, ternyata mengurangi sampah adalah yang paling banyak diminati publik dengan perolehan sebanyak 120 suara. Berikut detil hasilnya:
1. Kurangi sampah, 120 suara
2. Naik sepeda/jalan untuk jarak dekat, 118 suara
3. Hemat air, 81 suara
4. Ceritakan perubahan iklim ke orang lain, 78 suara
5. Hemat kertas, 70 suara
6. Naik bis untuk jarak jauh, 54 suara
7. Pilih produk lokal, 50 suara
8. Ganti lampu dengan yang hemat energi, 48 suara
9. Gunakan alat elektronik hemat listrik, 33 suara
(Marwan Azis)
Sumber Data dan Foto : Yayasan Pelangi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…