Langsung ke konten utama

DPRD Palopo Tolak Pengoperasian Tambang Emas Siguntu

Palopo, Greenpress - Kisruh mengenai lokasi eksplorasi tambang emas di daerah Siguntu, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, yang dikantongi PT Seven Energy Group akhirnya terjawab.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi anggota Komisi I DPRD Palopo dengan pemerintah setempat yang berlangsung tertutup bagi wartawan, terungkap dari 1.000 hektare lebih lokasi yang akan dikelola, terdapat lima titik yang masuk dalam kawasan hutan lindung.

Ada lima titik lokasi tambang yang masuk dalam kawasan hutan lindung," kata Sekretaris Komisi I DPRD Palopo, A Mappegau Ramly, yang ditemui usai rapat, Kamis (22/5).

Ironisnya, pemerintah setempat telah mengeluarkan izin eksplorasi kepada dua perusahaan asing yaitu PT Frantika bekerja sama dengan PT Seven Energy Group dan PT Aura Celebes Mandiri bekerja sama dengan Avocet Mining PLC.

Berdasarkan Kepres RI Nomor 41 tahun 2004 menyebutkan bahwa pengelolaan tambang yang masuk dalam kawasan hutan lindung harus seizin Menteri Kehutanan RI.

Saat ini, hanya 13 perusahaan yang diperbolehkan melakukan eksplorasi di kawasan hutan lindung dan PT Seven Energy dan Avocet Mining tidak masuk dalam daftar 13 perusahaan yang dimaksud.

"Secepatnya kami (DPRD) akan mengirim rekomendasi ke eksekutif agar menghentikan segala aktivitas di Siguntu dan menyarankan agar investor yang hendak mengelola tambang emas di Siguntu berurusan dengan Menteri Kehutanan," kata Mappegau,seperti dikutif Tribun.

Beberapa waktu lalu, ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa menentang rencana tambang di Siguntu. Salah satu alasan mahasiswa yaitu lokasi tambang masuk dalam kawasan hutan lindung dan sangat berpotensi mencemari aliran Sungai Latuppa yang menjadi sumber air bersih PDAM.

Aksi unjuk rasa ini mahasiswa ini bahkan berujung bentrok dengan aparat kepolisian. Bentrok ini menyebabkan sejumlah mahasiswa luka-luka karena terkena pentungan, pukulan, dan tendangan anggota polisi.

Kadis Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) Kota Palopo, Amang Usman kala itu bersama pihak dinas kehutanan ngotot bahwa lokasi tambang tidak masuk dalam kawasan hutan lindung sehingga pemerintah setempat memberi izin eksplorasi.(Andi Ahmad)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…