Langsung ke konten utama

Kadal Tak Berkaki Ditemukan di Brasil


Kadal tak berkaki ditemukan dari padang sabana di Cerrado, Brazil. Foto : Miguel Rodrigues/USP Universidade de Sao Paulo.

JAKARTA, -Ada saja temuan mengejutkan dalam setiap ekspedisi ilmiah. Kali ini, spesies kadal tak berkaki ditemukan dari padang sabana di Brazil.

Hewan tersebut memiliki bentuk tubuh seperti ular namun kepala dan tekstur kulitnya seperti kadal. Moncongnya yang panjang dengan semacam pengait di bagian bawah membantunya 'berenang' di tanah yang berpasir. Dilihat dari struktur tubuhnya, hewan tersebut merupakan spesies peralihan antara ular dan kadal dalam evolusi reptil.

Spesies yang unik tersebut merupakan salah satu dari 14 spesies baru serta sejumlah spesies langka dan terancam punah yang ditemukan para peneliti Conservation International (CI) dan Universitas Sao Paulo, Brazil di daerah Cerrado. Dalam ekspedisi tersebut, tim peneliti menyusuri kawasan bersemak yang diselingi pepohonan tersebut selama empat minggu.

"Sangat mengejutkan bisa menemukan spesies baru dan data yang sangat lengkap, melimpah, dan menyebar dalam satu kawasan yang luas, kompleks, dan masih belum banyak terungkap di Cerrado," ujar Cristiano Nogueira, salah satu biologi dari CI yang memimpin ekspedisi ini seperti dikutip Kompas.

Namun, para peneliti mengkhawatirkan kelangsungan hewan-hewan tersebut di masa depan karena terancam pembukaan lahan yang dialihfungsikan menjadi peternakan dan lahan pertanian. Kawasan yang dilindungi di Cerrado hanya tersisa 716.000 hektare.

(WAH/Kompas)

Komentar

Pos populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…

Negara Kepulauan Tuntut Amandemen Protokol Kyoto

Tuvalu, salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Foto : Google.

Kopenhagen, BL-Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Tuvalu dan sejumlah negara kepulauan menuntut Amandemen Protokol Kyoto dalam pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP) di Bella Center kemarin.

Pertemuan itu membahas amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.

Hal tersebut dilaporkan Siti Maemunah dari Jatam yang juga turut hadir dalam COP 15 UNFCCC. Menurut Maemuna, Tuvalu adalah salah satu negara kepulauan di Asia pasifik yang harus lintang pukang bertahan hidup aki…