Langsung ke konten utama

Majelis Hakim Diminta Tolak Gugatan Asian Agri

Jakarta,-Komite Anti Pengrusakan Hutan mengelar aksi demonstrasi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Para penggiat lingkungan ini mendukung Majalah Berita Mingguan Tempo yang digugat perdata perusahaan Sukanto Tanoto, Asian Agri Group. Mereka meminta majelis hakim menolak gugatan perdata tersebut.

"Gugatan Asian Agri harus dilihat sebagai bentuk serangan balik pengelap pajak pada jurnalis," kata Koordinator aksi Erwin Usman, Senin(12/5) disela-sela aksi.

Erwin, yang juga Deputi Direktur Wahana Lingkungan Hidup, meminta pemerintah lebih memperhatikan kejahatan pemilik Asian Agri Sukanto Tanoto. Dia diduga mengelapkan pajak senilai Rp 1,3 triliun. "Kejaksaan sudah menetapkan 12 tersangka dari Asian Agri," ujar dia.

Selain manipulasi pajak, Erwin mengatakan Sukanto Tanoto juga diduga mengemplang BLBI. "Yang paling utama dia penghancur hutan Indonesia," kata dia. Lewat perusahaannya, dia diduga ikut menyumbang kerusakan hutan Indonesia.

Selain Walhi, ikut bergabung dalam komite: Aliansi Jurnalis Independen(AJI). Mereka mengelar aksi teatrikal dengan mencabik-cabik foto Sukanto Tanoto yang dinilai sebagai koruptor. Empat orang anggota Walhi bertelanjang dada. Mereka mengenakan pakaian dari ranting daun.

Pengadilan hari ini mengagenda tanggapan Tempo atas gugatan Asian Agri. Perusahaan Sukanto menilai Tempo mencemarkan nama baik dalam berita tentang dugaan pengelapan pajak di Asian Agri.(SUTARTO/Tempointeraktif)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Gerakan Pro Lingkungan Kian Tumpul

Oleh : Yos Hasrul*

Saat perkebunan dan tambang menyerbu . Bentang hutan alam di negeri-negeri ini sebagian besar telah hilang. Coba lihat, gunung-gunung telah gundul. Pohon-pohon tercerabut dari tanah. Tanah desa berubah jadi kubangan raksasa. Jalan raya sebagian besar rusak parah. Kata kesejahteraan masih sangat jauh dari rakyat.

Nasib rakyat tetap sama, meski investor berlomba-lomba mengkavling tanah. Tak ada perubahan.

Dua hari lalu, saya sempat mampir di bumi konawe utara. Menjejal jalan-jalan di ujung desa. Melewati rumah-rumah yang berdebu dan jauh dari sebutan sejahtera. Sepanjang mata memandang hanya terlihat pohon sawit berjejal hingga ke puncak bukit. Seluruh hutan alam telah berganti pohon sawit. Di belakang desa, gunung-gunung mulai bolong-bolong.

Saya mampir di salah satu perkampungan eksodus ambon di Desa Tobi Meita. Nama desa Tobi Meita dalam bahasa setempat berarti gunung tinggi. Nama ini diambil karena di belakang desa gugus pengunung menjulang berderet de…