Langsung ke konten utama

Menneg LH Siap Gugat 70 Pabrik Pencemar Lingkungan

Depok- Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) Rachmat Witoelar mengaku siap menggugat 70 pabrik yang diduga melakukan pencemaran lingkungan.

"Data yang kita punya sebanyak 70 pabrik yang akan kita gugat," kata Rachmat Witoelar usai memberikan kuliah Umum, di FISIP-UI, Depok, Jumat seperti dilansir Antara.

Menurut dia, saat ini pihaknya memosisikan diri sebagai pengacara negara untuk kepentingan lingkungan.

Hingga saat ini belasan pabrik telah ditutup karena mencemari lingkungan dan banyak diantara pemiliknya yang masuk penjara.

Pencemaran lingkungan oleh pabrik memberi kontribusi sekitar 30 persen dari total kerusakan lingkungan. Pabrik-pabrik tersebut telah melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, terutama ketiadaan Analisis mengenai dampak lingkungan hidup (Amdal).

Analisis mengenai dampak lingkungan hidup adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan.

Untuk mempertegas pelaksanaan sanksi, telah ada UU Persampahan yang baru disahkan. "Dengan adanya UU Persampahan maka saya punya senjata jika ada yang mengadu soal sampah. Sanksinya bisa pidana, penjara dan denda mencapai miliaran," katanya.

Masalah sampah kata dia, merupakan sumber malapetaka berupa banjir, yang menyebabkan kesengsaraan bagi masyarakat.

Rachmat Witoelar mengatakan, permasalahan nasional tentang lingkungan adalah pencemaran air, pencemaran udara di kota-kota besar, limbah domestik dan sampah, kontaminasi bahan berbahaya dan beracun (B3), kerusakan ekosistem hutan dan hujan tropika, kerusakan daerah aliran sungai.

Masalah lainnya dalah kerusakan ekosistem danau, ekosistem pesisir dan laut, kerusakan lingkungan akibat kegiatan pertambangan, pemanasan bumi, penipisan lapisan ozon, serta bencana banjir dan longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan.
(Ant)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Kenapa Masih Menjadi Aktivis dan Kenapa Masih Bekerja di NGO

Oleh : Jack Rimbawan

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya untuk sukses dalam bekerja di mana kategori sukses menurut orangtua adalah menjadi PNS atau pegawai kantoran. Bahkan, yang bapaknya tentara pasti ingin putranya jadi penerus untuk jadi tentara. Namun pernahkah ada orangtua yang menyarankan anak atau menantunya untuk bekerja menjadi aktivis, atau menjadi sang demonstran?

Kata aktivis dalam penyerapan Bahasa Indonesia adalah seorang yang aktif dalam berkegiatan atau orang yang dalam kehidupannya total memperjuangkan tujuan atau cita-citanya.

Sejarah Pergerakan Bangsa dan Aktivitas

Bila kita masih dapat mengingat pelajaran sejarah dari zaman masih duduk di bangku sekolah sampai kuliah, maka kita tak bisa pungkiri bahwa kemerdekaan bangsa ini karena adanya aktivis-aktivis yang lahir dari para pemuda Bangsa Indoneisa. Di jaman sebelum kemerdekaan atau tepatnya jaman era kebangkitan bangsa para pemuda di Indonesia menyatakan satu visi, satu ideologi dalam sebuah kesamaan, yaitu sam…