Langsung ke konten utama

Sultra Dipastikan Ikut PLI 2008

Kendari, Greenpress- Tahun ini Provinsi Sulawesi Tenggara dipastikan akan ikut berpartisipasi dalam Pekan Lingkungan Indonesia (PLI) tanggal 5-8 Juni 2008 di Jakarta Convention Center.

Hal itu diungkapkan Sekertaris Bapedalda Rajab Silondae ditemui di ruang kerjanya kemarin,”Bapedalda sebagai institusi leading kegiatan di Provinsi Sulawesi Tenggara hingga saat ini telah menyiapkan berbagai hal, antara lain menggelar pertemuan dengan institusi terkait pada tanggal 5 Juni 2008 di aula kantor Bapedalda Sultram,"katanya.

Selain melibatkan 12 pemerintah kabupaten/kota yang ada di Sultra juga mengikut sertakan stakeholder lain seperti LSM yang bergerak di bidang lingkungan, pengusaha dan organisasi jurnalis lingkungan (Green Press) simpul Sultra.

Partisipasi Sultra dalam kegiatan PLI ke-12 tahun ini adalah yang pertama, hal ini menurut Ridwan S Taridala dikarenakan minimnya anggaran untuk mengikuti kegiatan sejenisnya tingkat nasional.

“Kegiatan PLI tahun ini, Pemda Sultra telah mengalokasikan 200 juta rupiah. Walaupun ini kegiatan pertama namun, kita upayakan semaksimal mungkin semua sumber daya yang ada di Sultra harus dipamerkan dalam momen itu,”ungkap orang nomor dua di Bapedalda Sultra ini yang belum genap dua bulan bertugas dalam kabinet pemerintahan baru dibawah kepeminpinan Gubernur Nur Alam.

Dalam Pekan Lingkungan Hidup tahun ini, Sulawesi Tenggara akan memamerkan produk unggulan antara lain, hasil kerajinan tangan dan suvenir khas daerah Sultra yang terbuat dari bahan alami dan limbah alami serta dari jenis daun-daunan, pupuk organik serta akan memperkenalkan mekanisme pemasaran kayu jati dari Kabupaten Konawe Selatan dari Koperasi Hutan Jaya Lestari yang telah mendapat sertifikasi ekolabel tingkat Asia Tenggara serta sejumlah inisiatif berbagai pihak di Sultra dalam pengelolaan lingkungan hidup. (Waode Deli Yusniati/WAN)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Gerakan Pro Lingkungan Kian Tumpul

Oleh : Yos Hasrul*

Saat perkebunan dan tambang menyerbu . Bentang hutan alam di negeri-negeri ini sebagian besar telah hilang. Coba lihat, gunung-gunung telah gundul. Pohon-pohon tercerabut dari tanah. Tanah desa berubah jadi kubangan raksasa. Jalan raya sebagian besar rusak parah. Kata kesejahteraan masih sangat jauh dari rakyat.

Nasib rakyat tetap sama, meski investor berlomba-lomba mengkavling tanah. Tak ada perubahan.

Dua hari lalu, saya sempat mampir di bumi konawe utara. Menjejal jalan-jalan di ujung desa. Melewati rumah-rumah yang berdebu dan jauh dari sebutan sejahtera. Sepanjang mata memandang hanya terlihat pohon sawit berjejal hingga ke puncak bukit. Seluruh hutan alam telah berganti pohon sawit. Di belakang desa, gunung-gunung mulai bolong-bolong.

Saya mampir di salah satu perkampungan eksodus ambon di Desa Tobi Meita. Nama desa Tobi Meita dalam bahasa setempat berarti gunung tinggi. Nama ini diambil karena di belakang desa gugus pengunung menjulang berderet de…