Langsung ke konten utama

Bersama Mengatasi Perubahan Iklim

Sebuah komunitas baru yang komitmen dengan penangan perubahan iklim di Indonesia bernama Jaringan Masyarakat Indonesia untuk Perubahan Iklim (JAMPI) atau Indonesian Soceity for Climate Change (IStoCC) resmi berdiri pada tanggal 8 Juni 2008, yang diawali sebuah pertemuan nasional mendorong partisipasi masyarakat dalam penanganan perubahan iklim yang berlangsung pada tanggal 7-8 Juni 2008 di Hotel Atlet Century Jakarta yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup yang dihadiri oleh multistakeholder di Indonesia.

Menjelang pernas ditutup berbagai usulan muncul tentang perlunya ada wadah yang bisa menjadi media sharing informasi dan belajar bersama dalam penanganan perubahan iklim di Indonesia. Berbagai usulan nama pun muncul, diantaranya ada yang mengusulkan nama Komnas Perubahan Iklim, Working Group Perubahan Iklim, Aliansi Masyarakat untuk Perubahan Iklim, Front Perubahan Iklim (FPI), dan Jaringan Masyarakat Indonesia untuk Perubahan Iklim.

Dari sekian nama itu, setelah melalui diskusi yang cukup alot, yang dipandu oleh Azaz Togar dari LSM FAKTA Jakarta dan Hendri Bastaman (Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup), akhirnya seluruh peserta pernas perubahan iklim yang berasal dari berbagai profesi, NGO, Organisasi Pemuda, Pers, Kalangan Kampus dan organisasi profesi dan dunia usaha sepakat menghimpun diri dalam Jaringan Masyarakat Indonesia untuk Perubahan Iklim (JAMPI), setelah peserta kembali memilih 15 tim perumus yang melibatkan berbagai profesi.

Setelah resmi terbentuk, tim peremus sepakat menjadikan mailinglist sebagai salah satu media bersharing berbagai informasi tentang aktivitas JAMPI dan informasi penanganan perubahan iklim lainnya yang dilakukan oleh berbagai pihak. Saat ini Jampi telah memiliki milis beralamat : perubahaniklim@yahoogroups.com. atau http://asia.groups.yahoo.com/group/perubahaniklim/

Mailinglist tersebut juga terbuka bagi publik termasuk para blogger yang care dengan isu penanganan perubahan iklim. Kalau ada yang tertarik silakan bergabung dengan cara mendaftar diri di mailinglist tersebut atau mengirim email pribadi ke moderator milis: marwanazis@gmail.com, nanti akan invite dan daftar sebagai anggota milis perubahan iklim.

Mailinglist perubahaniklim@yahoogroups.com yang merupakan media bersharing, belajar tentang penanganan perubahan iklim yang dilakukan oleh berbagai pihak yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Indonesia Untuk Perubahan Iklim (JAMPI) maupun pihak lainnya yang mau berbagai informasi, tips tentang ramah lingkungan dalam mengatasi dampak perubahan iklim.
(Marwan Azis)

Adapun Tim Perumus Jaringan Masyarakat Indonesia Untuk Perubahan Iklim (JAMPI) :
1. Azaz Tigor Nainggolan SH (Advokat)
2. Bibong
3. Crisnawati
4. Cokorda Oka Yudhana SH (Kaukus Lingkungan Hidup)
5. Nurlini (Organisasi Perempuan)
6. Unsur Kepemudaan (KNPI)?
7. Harfin (Ormas)
8. Ahmad Djuhara ( Asosiasi Profesi)
9. Sri Utama (Perguruan Tinggi)
10. Gus Hafids (EPW)
11. Marwan Azis (Green Press)
12. Alfreed (LSM Lingkungan)
13. Jackie Ambada (Dunia Usaha)
14. Iman Zainal (Mahasiswa UI)
15. KLH.

Komentar

Pos populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…

Negara Kepulauan Tuntut Amandemen Protokol Kyoto

Tuvalu, salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Foto : Google.

Kopenhagen, BL-Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Tuvalu dan sejumlah negara kepulauan menuntut Amandemen Protokol Kyoto dalam pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP) di Bella Center kemarin.

Pertemuan itu membahas amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.

Hal tersebut dilaporkan Siti Maemunah dari Jatam yang juga turut hadir dalam COP 15 UNFCCC. Menurut Maemuna, Tuvalu adalah salah satu negara kepulauan di Asia pasifik yang harus lintang pukang bertahan hidup aki…