Langsung ke konten utama

Deklarasi Bali Hasil dari Konferensi Pengelolaan Limbah

Nusa Dua- Konferensi antarbangsa untuk pengelolaan limbah (COP 9) Konvensi Basel di Nusa Dua, Bali, sejak 23 Juni 2008 mengeluarkan Deklarasi Bali pada Jumat.

Deklarasi tersebut tidak memuat masalah penting, yang diperdebatkan, yakni aturan ekspor-impor limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) atau BAN Amendment.

Namun, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar selaku ketua COP 9 Konvensi Basel mengatakan telah menemukan langkah maju dalam BAN Amendment.

Setelah melalui lobi, 40 negara penting akhirnya meyetujui pembentukan kelompok kerja untuk membahas mengenai BAN Amendment itu. Indonesia dan Swiss menjadi dua negara pelopor kelompok kerja tersebut.

"Setelah 15 tahun perdebatan panjang, BAN Amendment tidak maju-maju, akhirnya dari Bali, ditemukan langkah maju. Dengan kelompok kerja itu, hal praktis dalam BAN Amendment akan mulai dibahas," katanya seperti dilansir Antara.

Walau hasil konferensi itu masih kecil, kata Rahmat Witoelar, ia menyatakan puas.
"Saya sangat puas dengan hasil konferensi ini. Deklarasi Bali menegaskan objektifitas konvensi dan peran pentingnya bagi negara, seperti, Indonesia dalam melindungi kesehatan dan lingkungan dari pencemaran limbah B3," katanya.

Sekretaris Pelaksana Konvensi Basel, Katharina Kummer Peiry, mengatakan Deklarasi Bali merupakan jalan menuju pewujudan BAN Amendment.

"Hasil konferensi di Bali ini melebihi harapan saya. Lebih lagi, BAN Amendment, yang lama mandek, kini mulai bergerak," katanya.

Dari tiga agenda penting, yang dibahas, hanya pengelolaan limbah barang elektronika mencapai kemajuan, sementara dua agenda lain, aturan ekspor-impor limbah bahan berbahaya dan beracun dan pengelolaan limbah perkapalan dipastikan tertunda hingga konferensi berikut dua tahun mendatang.

Agenda menyangkut pengelolaan limbah perkapalan tertunda. Sebelumnya, konferensi di Bali itu diharapkan melahirkan kesepakatan baru, yang secara hukum mengikat dan menjelaskan persyaratan hukum untuk membongkar kapal tidak terpakai. Kini, aturan standardisasi hal teknis masih menunggu pengawasan dan standardisasi dari Organisasi Maritim Internasional (IMO).

Deklarasi Bali antara lain memuat penegasan anggota Konvensi Basel pada prinsip dan tujuan konvesi itu, yakni melindungi kesehatan manusia dan lingkungan hidup. Deklarasi itu juga mengundang Majelis Kesehatan Dunia Badan Kesehatan Dunia untuk mempertimbangkan jalan meningkatkan kesehatan melalui pengelolaan limbah, yang aman dan ramah lingkungan.

Konferensi itu diikuti sedikit-dikitnya 1.000 perutusan dari 170 negara anggota dan bertema melindungi kesehatan manusia dan lingkungan hidup dari dampak buruk akibat pengelolaan limbah berbahaya dan beracun, serta perpindahan lintas batas atau negara dari limbah tersebut.(Ant)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…