Langsung ke konten utama

KMW Tolak Investor Tambang di Wawonii

Kendari-Greenpress. Komunitas Mahasiswa Wawonii (KMW) Sulawesi Tenggara, mendesak Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Sultra untuk menindak sejumlah perusahaan yang melakukan ekploitasi lingkungan di Pulau Wawonii Kabupaten Konawe Selatan.

Dalam aksi demontrasinya di kantor Bapedalda Sultra Selasa (3/6), massa yang berjumlah sekitar lima puluhan orang membeberkan kondisi yang dirasakan oleh masyarakat di kepulauan Wawonii apabila izin penambangan nikel dan pasir kuarsa terus dilakukan. “Kami kawatir lima atau sepuluh tahun kemudian pulau Wawonii yang letak geografisnya yang dikelilingi laut itu akan tenggelam akibat penambangan. Untuk itu kami menolak aktivitas penambangan para investor tambang,” tegas Amran Koordinator Lapangan.

Dilanjutkannya bahwa luas Kepulauan Wawonii 1005 km2 tidak sebanding dengan area Kuasa Penambangan sejumlah investor yang melakukan aktivitas eksploitasi tambang di Wawonii.

Menurut Amran, sudah dua tahun terakhir sejumlah perusahaan tambang yang sebelumnya hanya memiliki ijin eksplorasi, rupanya diam-diam melakukan aktivitas ekploitasi. Perusahaan yang disinyalir kuat inprosedural melakukan eksploitasi di Kepulauan Wawonii yaitu PT Konawe Bakti Pratama, PT Perawan Berjaya Mining, PT Konawe Minerima.

Menanggapi tuntutan demonstran, Ir Sufiati Kepala Bidang Pemantauan dan Pemulihan mengatakan pihaknya sejauh ini belum menerima laporan dari pemerintah kabupaten tentang adanya ijin penambangan oleh sejumlah investor.

Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti aspirasi KMW dengan pihak pimpinan terkait. “Mengenai analisa dampak linkungan perusahaan tambang di kabupaten bukan kewenangan provinsi, tapi kami akan menfasilitasi hal ini dengan pimpinan terkait,” ungkapnya Sufiati yang mengaku seluruh jajaran pimpinan di Bapedalda Sultra tengah keluar daerah sehingga tidak dapat menindaklanjuti hari itu juga, yang diamini oleh Drs Deden Miftah Kasubag Pengembangan Kapasitas Bapedalda Sultra. DELI

Komentar

Pos populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Negara Kepulauan Tuntut Amandemen Protokol Kyoto

Tuvalu, salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Foto : Google.

Kopenhagen, BL-Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Tuvalu dan sejumlah negara kepulauan menuntut Amandemen Protokol Kyoto dalam pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP) di Bella Center kemarin.

Pertemuan itu membahas amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.

Hal tersebut dilaporkan Siti Maemunah dari Jatam yang juga turut hadir dalam COP 15 UNFCCC. Menurut Maemuna, Tuvalu adalah salah satu negara kepulauan di Asia pasifik yang harus lintang pukang bertahan hidup aki…

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…