Langsung ke konten utama

Selamatkan Pengunungan Karst, Pangkep Raih Adipura

Gubernur Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo bersama Bupati Pangkep, H.Syafruddin Nur dan para Bupati lainnya yang mendapat Piala Adipura Tahun ini. ( Foto: Andi Ahmad)

Makassar, Greenpress-Dibaruga sigenseri Gubernuran Jumat (6/6), Gubernur Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo menyerahkan Piala Adipura kepada tiga daerah yakni Kabupaten Pangkep, Wajo, dan Bone, pada kategori peraih sertifikat adalah kabupaten Soppeng dan Barru yang dihadiri para Bupati Kepala Daerah tersebut kecuali Kabupaten Bone yang diwakili Wakil Bupati. A.Idris Pabokori.


Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI, untuk kedua kalinya, menganugerahkan Adipura bagi Kabupaten Pangkep, untuk periode 2007-2008 kategori kota kecil.

Penyerahan penghargaan tersebut akan disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ,Bupati Pangkep, H.Syafruddin Nur, Bupati Bone, H. Idris Galigo, bersama 23 bupati dari kabupaten lainnya di Istana Negara Jakarta, bertepatan dengan peringatan hari lingkungan hidup sedunia Kamis (7/6).

Sementara itu Bupati Pangkep, H.Syafruddin Nur mengatakan, diperolehnya penghargaan di bidang kebersihan lingkungan itu merupakan keberhasilan seluruh komponen dan elemen warga Pangkep, termasuk kesuksesan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan sederetan pengunungan karst di Kabupaten Pangkep.

Ia menyampaikan ungkapan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang selama ini telah ikut berperan atau berpartisipasi mewujudkan kebersihan dan ketertiban lingkungan, terutama pada sekitar 40 titik pantau penilaian.

Penghargaan sama juga diperoleh Kabupaten Bone, Wajo,Barru dan Kabupaten Soppeng.

Dan Bupati Pangkep, H, Syafruddin Nur yang ditemui Greenpress Sulsel merasa sangat gembira dengan dapat diraihnya Piala Adipura daerahnya tahun ini dan rencana akan diadakan arak-arakan keliling kota Pangkep piala Adipura pada hari Sabtu ( 7/6).(Andi Ahmad)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…