.

.
.

Kualitas Udara Kota Makassar Membaik


Suasana pemandangan dipantai losari menjelang sore hari.


Makassar, Greenpress - Makassar ditetapkan sebagai sebagai satu dari lima kota di Indonesia yang memiliki kualitas udara terbaik versi Kementerian Lingkungan Hidup RI. Makassar pun menerima penghargaan bernama Penghargaan Kota Langit Biru.


Penghargaan diterima Wakil Wali Kota Andi Herry Iskandar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/7). Penghargaan diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Presiden semula akan menyerahkan penghargaan ini tapi karena berhalangan maka menteri yang menyerahkan,'' kata Herry dalam telepress conference di Balaikota Makassar. Selain Makassar, empat kota yang menerima adalah Denpasar, Surabaya, Jakarta Pusat, dan Yogyakarta.

Penilaian dilakukan terhadap beberapa kategori seperti emisi gas buang dan pengukuran timbal dalam udara. Kementerian lingkungan hidup juga menyerahkan alat uji kualitas udara kepada lima kota peraih penghargaan itu sebagai hadiah.
Penghargaan Kota Langit Biru merupakan bagian dari program Langit Biru yang diluncurkan Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2006 lalu. Program ini bertujuan mengendalikan dan mencegah pencemaran udara yang ditimbulkan industri atau kendaraan.

Dalam Indonesia Fuel Report 2007 Kementerian Lingkungan Hidup RI, Makassar masuk satu dari 10 kota yang kualitas gas buang (emisi) cukup rendah. Untuk keperluan itu, KLH telah melakukan penelitian di lima stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Makassar.

Hasil penelitian menunjukkan, rate octan number (RON) mencapai 88,06. RON adalah komponen yang menentukan kualitas bahan bakar. Tahun lalu RON hanya 88. Sementara kandungan timbal dalam bensin 0,0002 gram per liter atau nyaris tidak terdeteksi. Padahal tahun lalu mencapai 0,013 gram per liter.

Namun untuk solar justru terjadi penurunan kualitas. Indeks kandungan setana (komponen yang menentukan kualitas solar) mencapai 51,11. Tahun lalu hanya 50,96. Namun kandungan sulfurnya meningkat menjadi 1.500 partikel per mili. Padahal tahun lalu hanya 820 partikel per mililiter.(Andi.A.Effendy)



Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: