Langsung ke konten utama

4.000 Ha Kawasan Hutan Kab. Sinjai Dimanfaatkan Warga

Kawasan Hutan di Kab. Sinjai yang banyak dikuasai warga.


Sinjai, Greenpress - Peningkatan jumlah penduduk dari tahun ke tahun yang tidak sebanding dengan luas lahan, membuat banyak
warga, khususnya yang bermukim di pedesaan, memanfaatkan
kawasan hutan untuk menanam berbagai jenis tanaman.

Kepala Sub Dinas Kehutanan Kantor Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Sinjai, Sirajuddin, pekan lalu, mengatakan, dari 18 ribu hektare luas lahan hutan di Sinjai, sekitar 4.000 hektare telah di manfaatkan oleh warga sekitar untuk membuka lahan.

Menurutnya, hal itu tidak termasuk pengrusakan hutan. Sebab, mereka hanya menggunakan lahan untuk menanam kopi misalnya dan tanaman perkebunan lainnya di bawah pohon.
Dikatakan, selain hutan dapat lestari, masyarakat pun dapat sejahtera. Namun, hal tersebut tetap merupakan pelanggaran karena mereka pada umumnya tidak memperoleh izin dari instansti terkait, yakni Departemen Kehutanan.

"Menyikapi hal itu, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Sinjai melalui seksi perlindungan hutan melakukan pembinaan kepada masyarakat yang berada dalam kawasan hutan untuk menjaga kelestariannya dan melatih mereka cara budidaya tanaman yang benar. Sehingga hutan tetap lestari dan pendapatan mereka meningkat," katanya.

"Namun bila ditemukan ada penyalahgunaan yang mengarah kepada pengrusakan hutan, maka akan diambil tindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tambah Sirajuddin.

Penebangan Liar

ILLEGAL loging atau penebangan kayu di hutan secara liar menjadi perhatian khusus dari pemerintah, utamanya pada daerah yang memiliki areal hutan.

Pemerintah melalui Departemen Kehutanan telah mengeluarkan keputusan mengenai tindakan tegas kepada oknum yang melakukan illegal loging, baik yang terlibat langsung maupun yang membekingi mereka.

Kepala Sub Dinas Perkebunan Sinjai, Sirajuddin, didampingi Kepala Seksi Pengamanan Kawasan Hutan, Muh Tahir, menyebutkan, untuk kawasan hutan yang ada di Sinjai, belum ditemukan adanya kasus illegal loging.

"Yang sempat ditemukan tahun 2007 adalah perambahan hutan sebanyak 350 hektaer di Bonto Katute. Sebanyak 19 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini menjalani hukuman," kata Sirajuddin.

Menurutnya, di Sinjai kebanyakan pengusaha dan pengelola hutan mempunyai kawasan hutan rakyat yang pengelolaannya telah disesuaikan dengan Perda Nomor 5 Tahun 2006 dan telah mendapatkan izin dari pemerintah daerah. Kepada setiap pengusaha dan pengelola kayu diberikan izin pengelolaan 100 hingga 1.000 kubik.(Syamsuryadi/Andi Ahmad)



Komentar

Pos populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…

Negara Kepulauan Tuntut Amandemen Protokol Kyoto

Tuvalu, salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Foto : Google.

Kopenhagen, BL-Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Tuvalu dan sejumlah negara kepulauan menuntut Amandemen Protokol Kyoto dalam pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP) di Bella Center kemarin.

Pertemuan itu membahas amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.

Hal tersebut dilaporkan Siti Maemunah dari Jatam yang juga turut hadir dalam COP 15 UNFCCC. Menurut Maemuna, Tuvalu adalah salah satu negara kepulauan di Asia pasifik yang harus lintang pukang bertahan hidup aki…