Langsung ke konten utama

Dishut Lampung Siap Bermitra dengan Pers

Bandarlampung - Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung siap bermitra dan menjalin komunikasi secara positif dengan pers untuk menyebarluaskan informasi yang objektif berkaitan pembangunan bidang kehutanan di daerahnya.


Kadishut Lampung, Anwar Effendi, dalam dialog sekaligus buka puasa bersama dengan wartawan dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan di Bandarlampung, Jumat (19/9), mengakui bahwa selama ini pihaknya masih kurang proaktif dalam menyampaikan informasi berkaitan persoalan kehutanan di Lampung itu.

Akibatnya, menurut dia, banyak permasalahan sektor kehutanan cenderung diberikan secara negatif dan kurang seimbang, serta banyak informasi dan program tidak terkomunikasikan dengan baik kepada masyarakat.

Ia mengemukakan, sejumlah persoalan dan program prioritas sektor kehutanan secara nasional dan lokal di Lampung memerlukan peran pers untuk dapat dikomunikasikan secara luas kepada publik.

"Kami siap bermitra dan menjalin komunikasi lebih intensif dengan teman-teman wartawan, untuk menyampaikan berbagai perkembangan aktual dan informasi secara lebih objektif yang dibutuhkan masyarakat," kata mantan Kadishut Kabupaten Tanggamus itu.

Dia menyebutkan, sejumlah persoalan serius sektor kehutanan di Lampung, antara lain konflik batas dengan masyarakat sekitar, konflik satwa liar dengan penduduk dekat hutan, perambahan hutan, dan kerusakan areal hutan, dan pengelolaan hutan bersama masyarakat.

Anwar menyatakan, di Lampung diharapkan seluruh masyarakat dapat mendukung program menghijaukan Lampung, dengan memulai program menanam pohon dari sekitar rumah dan lingkungan sekitar, baru kemudian mendukung penghijauan kawasan hutan dan areal konservasi yang gundul menjadi hijau kembali.

Ia mengemukakan pula, tantangan pembangunan sektor kehutanan di Lampung tidak bisa dan tidak akan mampu ditangani instansi sendiri, tapi perlu dukungan masyarakat, LSM, dan pers, s ehingga kemitraan dengan para stakeholders diperlukan untuk menghijaukan kembali hutan dan rusak dan melestarikan lingkungan di Lampung.

Sejumlah pimpinan media massa, jurnalis, aktivis LSM, dan para mahasiswa serta kepala UPTD Dishut Lampung ikut menghadiri dialog dan buka puasa bersama itu sekaligus silaturahmi dan ramah tamah. (ant)


Komentar

Pos populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Negara Kepulauan Tuntut Amandemen Protokol Kyoto

Tuvalu, salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Foto : Google.

Kopenhagen, BL-Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Tuvalu dan sejumlah negara kepulauan menuntut Amandemen Protokol Kyoto dalam pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP) di Bella Center kemarin.

Pertemuan itu membahas amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.

Hal tersebut dilaporkan Siti Maemunah dari Jatam yang juga turut hadir dalam COP 15 UNFCCC. Menurut Maemuna, Tuvalu adalah salah satu negara kepulauan di Asia pasifik yang harus lintang pukang bertahan hidup aki…

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…