Langsung ke konten utama

Gunung Dukono di Malut Kembali Semburkan Pasir

Ternate- Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), kembali menyemburkan pasir dan debu, namun semburan itu dinilai tidak berbahaya, sehingga warga disekitar gunung itu tidak perlu diungsikan.

"Gunung Dukono menyemburkan pasir dan debu, bahkan pasir dan debu itu mengalir sampai ke pemukiman warga, tapi tidak ada perintah dari instansi terkait kepada warga untuk mengungsi," kata Salim, warga Halut di Tobelo yang dihubungi dari Ternate, Sabtu.

Gunung Dukono pada akhir Juli lalu telah menyemburkan material pasir dan debu, bahkan saat itu pasir dan debunya sampai ke Tobelo, ibukota Kabupaten Halut, sehingga sempat mengganggu aktivitas warga setempat.

Ketika dikonfirmasi hal itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Dukono, Iwan Amat mengatakan, semburan pasir dan debu itu menunjukkan bahwa aktivitas vulkaniknya meningkat, namun secara umum masih dianggap wajar sehingga status gunung itu belum dinaikkan (siaga).

Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Dukono diimbau tenang dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa, namum harus tetap waspada dan untuk sementara jangan melakukan pendakian ke gunung tersebut.

"Kami terus memantau perkembangan Gunung Dukono dan kalau aktivitas vulkaniknya terus menunjukan peningkatan dan dianggap telah membahayakan bagi warga di sekitarnya, kami akan sampaikan kepada warga," katanya.

Gunung Dukono merupakan salah satu dari lima gunung api yang masih aktif di Malut. Salah satu gunung api lainnya di Malut yakni Gunung Gamalama di Kota Ternate sejak beberapa bulan lalu juga telah menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dan kini dalam status siaga.(Ant)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jawa Tengah dan Jawa Timur dilanda Banjir

Solo,Greenpress-Dipenghujung tahun 2007, sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jateng) dilanda banjir yang merendam pemukiman warga bahkan menelan korban jiwa dan puluhan orang dinyatakan hilang.

Kota Solo Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang terparah dilanda banjir yang berasal dari luapan Sungai Begawan Solo dengan ketinggian air mencapai 3 meter yang merendam rumah warga. Tak heran kalau banjir kali ini disebut yang terbesar yang melanda Solo sejak 1966.

Ribuan warga terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi yang dianggap aman. ”Untuk Solo, memang ada sejumlah wilayah yang dilewati Sungai Bengawan Solo,”kata Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Pemkot Solo Purnomo Subagyo seperti dilansir Sindo (27/12).

Tim SAR yang terdiri atas Tim Solo Emergency Response Unit (SERU), aparat Polri dan TNI serta warga yang menggunakan peralatan seadanya membantu evakuasi warga.Mereka menggunakan perahu karet menyisir satu per satu rumah warga yang terendam.

Sejumlah warga me…