Tanaman Anggrek Serat Menghilang dari Sultra


Salah satu jenis tumbuhan langka yang pernah menjadi maskot Sulawesi Tenggara (Sultra), anggrek serat (Diplocaulodium etile) disinyalir sudah menghilang dari hutan savana Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TN-RAW).


"Beberpa tahun lalu, anggrek serat kadang masih diperjualbelikan masyarakat Kabupaten Konsel dan Bombana yang kemudian dibawa ke Kota Kendari, namun hampir lima tahun terakhir tak ada lagi," kata salah seorang pencinta tanaman anggrek di Kota Kendari, Nyonya Hj. Dewi Hatong, di Kendari, Kamis (16/10). Ia menyayangkan hilangnya tumbuhan langka dilindungi yang hanya ada di Sulawesi Tenggara.

Menghilangnya anggrek serat, katanya, bertepatan dengan sirnanya sejumlah satwa dilindungi di kawasan Taman Nasional, sepeti rusa, anoa, dan burung maleo yang hanya bisa ditemukan di daratan Sultra.

Pemerhati masalah lingkungan, H. Alimuddin, mengatakan, hilangnya satwa maupun tumbuhan langka di kawasan Taman Nasional, berawal dari adanya perburuan liar dan penyerobotan kawasan hutan yang tidak terkendali sehingga satwa langka menghilang dari habitatnya.

Ia mengatakan, hilangnya satwa maupun tumbuhan yang dilindungi undang-undang merupakan bukti keserakahan para pemburu liar masuk ke kawasan hutan meskipun mereka mengetahui satwa dan tumbuhan dilarang untuk diambil maupun diburu.

Staf UPTD Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Provinsi Sultra, Iskandar mengatakan, habitat satwa langka, khususnya anoa dan burung maleo kini hanya tinggal kenangan.

"Kalau masih ada yang bertahan hidup, jumlahnya tidak seberapa dan menempati hutan dan gunung yang sama sekali belum terjamah manusia," katanya.

Menurut Iskandar, anoa dan burung maleo merupakan hewan yang paling sulit hidup berdampingan dengan jenis binatang lain sehingga jika lingkungannya terganggu maka lambat laut menghilang dari tempatnya.(Ant)

Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: