Langsung ke konten utama

34 Walikota Tandatangani Deklarasi Kyoto

Batam - Dewasa ini sudah 34 walikota di Asia yang menandatangani dokumen Deklarasi Tokyo mengenai "Environmentally Sustainable Trasport" (EST) sebagai komitmen mewujudkan Pembangunan Sistem Transportasi yang Berwawasan Lingkungan.

Walikota Batam Ahmad Dahlan melakukannya di Bangkok, kemarin, bersama 12 koleganya antara lain Walikota Bangkok (Thailand), Colombo (Sri Lanka), Kathmandhu (Nepal), Karachi (Pakistan), Makati (Philipina).

Kepala Bapedalda Kota Batam Dendi Purnomo yang menyertai Walikota Dahlan, mengatakan, dalam Deklarasi Kyoto tertera pentingnya kerjasama global dan dukungan nyata dari para pemimpin kota-kota terkemuka di kawasan Asia bagi peningkatan kualitas udara dan pengurangan emisi gas karbon penyebab efek rumah kaca.

Acara di Bangkok secara khusus ditujukan untuk memperkuat dan memperluas Deklarasi Kyoto tentang "Asian Mayors Policy for Promotion of EST in Cities", yang telah ditanda-tangani 22 Walikota di Asia seperti Walikota Seoul (Korea Selatan), Walikota Nagoya (Jepang), di Kyoto, Jepang, 23-24 April 2007.

Di Bangkok, Direktur Eksekutif United Nations Centre for Regional Development (UNCRD), CRC Mohanty mengapreasiasi ke-34 walikota sebagai contoh kepempimpinan yang kuat dan berkomitmen dalam mewujudkan kualitas udara bersih di masa mendatang dalam pembangunan dan pengembangan perkotaan.

Dalam Deklarasi Kyoto terdapat sembilan butir komitmen yang berkaitan dengan implementasi EST, di antaranya pembuatan kebijakan, strategi dan program terintegrasi dengan memperhatikan aspek kesehatan masyarakat.

Selain itu, penataan ruang, lingkungan hidup, infrastruktur transportasi yang ramah kepada masyarakat, perencanaan transportasi publik, kesamaan hak sosial, keselamatan di jalan raya, pengurangan polusi dan emisi kendaraan pada efek gas rumah kaca, dan peningkatan peran serta masyarakat.

Walikota Batam, bersama Kepala Bapedalda Kota Batam Dendi Purnomo hadir di Bangkok memenuhi undangan Lokakarya Kualitas Udara yang lebih Baik 2008, 12-14 November 2008.

Kegiatan itu diselenggarakan UNCRD bersama Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, dan Prakarsa Kemitraan Kota-kiota Asia untuk Udara Bersih (Air Initiative for Asian Cities Partnership), dan Kementerian Lingkungan Hidup Thailand.

Lokakarya itu dihadiri sekira 1.000 peserta dari berbagai negara dan lembaga pemerintah, swasta, LSM internasional, dan pusat-pusat penelitian.(Ant)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Gerakan Pro Lingkungan Kian Tumpul

Oleh : Yos Hasrul*

Saat perkebunan dan tambang menyerbu . Bentang hutan alam di negeri-negeri ini sebagian besar telah hilang. Coba lihat, gunung-gunung telah gundul. Pohon-pohon tercerabut dari tanah. Tanah desa berubah jadi kubangan raksasa. Jalan raya sebagian besar rusak parah. Kata kesejahteraan masih sangat jauh dari rakyat.

Nasib rakyat tetap sama, meski investor berlomba-lomba mengkavling tanah. Tak ada perubahan.

Dua hari lalu, saya sempat mampir di bumi konawe utara. Menjejal jalan-jalan di ujung desa. Melewati rumah-rumah yang berdebu dan jauh dari sebutan sejahtera. Sepanjang mata memandang hanya terlihat pohon sawit berjejal hingga ke puncak bukit. Seluruh hutan alam telah berganti pohon sawit. Di belakang desa, gunung-gunung mulai bolong-bolong.

Saya mampir di salah satu perkampungan eksodus ambon di Desa Tobi Meita. Nama desa Tobi Meita dalam bahasa setempat berarti gunung tinggi. Nama ini diambil karena di belakang desa gugus pengunung menjulang berderet de…