Langsung ke konten utama

KPPP Makassar Amankan Kayu Ilegal Dari Kaltim

Pelabuhan Makassar Tempat diamankan kayu ilegal dari Kaltim
Makassar, Greenpress - Kepolisian Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Makassar dan Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Makassar berhasil menggagalkan pengangkutan sekitar 50 meter kubik kayu jenis meranti yang akan dibawa di beberapa tempat di Sulawesi Selatan, baru-baru ini.

Saat pemeriksaan dokumen pengiriman kayu itu, ternyata terdapat perbedaan antara isi dokumen dan volume kayu yang dikapalkan. Dugaan sementara, kayu ini hasil pembalakan liar (illegal logging).

Kayu yang rata-rata sepanjang dua meter ini dikirim oleh CV Sinar Meranti di Jl Mas Pengulu, Samarinda, Kalimantan Timur, untuk didistribusikan ke beberapa tempat di Sulawesi Selatan. Polisi tidak menyebut nama perusahaan penerima kayu itu di daerah ini.

Pengangkutan seluruh kayu yang rata-rata sepanjang sekitar dua meter tersebut juga menggunakan modus berbeda yaitu menaruh kayu-kayu itu di atas enam mobil truk.
Kayu kemudian ditutupi terpal dan diseberangkan ke Pulau Sulawesi melalui kapal veri Darma Veri.

Kapal ini baru merapat di Pelabuhan Sukarno Hatta Makassar, Jumat siang.
Namun belum sempat dibongkar, KPPP Makassar dan Polairud Makassar sudah berhasil menghalangi aksi itu setelah mendapatkan informasi pengapalan kayu dari pihak kepolisian di Samarinda, Kalimantan Timur.

Hingga saat ini keenam mobil asal Samarinda tersebut masih diamankan di KPPP untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurut Kapolda Sulselbar Irjen Polisi Sisno Adiwinoto yang ditemui di KPPP, kepolisan akan melanjutkan pemeriksaan lebih mendalam terhadap kasus ini.

Kayu Ilegal Senilai Rp 340 Juta

POLISI menaksir kayu dengan dokumen tak lengkap ini senilai Rp 340 juta. Kapolda Sulsel Irjen Polisi Sisno Adiwinoto menegaskan, akan bekerja sama dengan Dinas Kehutanan untuk pemeriksaan lebih jauh terkait keberadaan kayu tersebut di Kota Makassar.(Syamsuryadi/Andi Ahmad)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…

Orang Bajo dan Pohon Bakau yang Tersisa di Soropia

Suasana Desa Bajo Indah.
Foto: Kamaruddin Azis .

Banyak orang menganggap bahwa Sulawesi Tenggara, adalah kampung kedua bagi warga Sulawesi Selatan. Berangkat dari anggapan ini, dilengkapi dengan bacaan sejarah dan fakta mengenai pengaruh kaum pendatang dari Selatan di ujung kaki pulau Sulawesi ini, citizen jurnalist reporter yang selama ini aktif di panyikul.com, Kamaruddin Azis mencoba membaca ulang hubungan-hubungan sosial budaya tersebut dengan mengamati geliat masyarakat Bajo di satu desa pesisir di bagian timur kota ibu kota provinsi Sulawesi Tenggara. Berikut ulasanya

Setelah diguyur hujan semalam, pagi itu Kota Kendari sedang cerah. Kami meninggalkan kota menuju arah pesisir timur. Setelah melewati Kampung Salo dan Kessi Lampe, pandangan kami tertuju pada pohon-pohon bakau yang rindang dan padat. Pohon-pohon yang menghijau di sepanjang teluk Kendari. Pemandangan itu menjadi tak biasa karena vegetasi ini memang teramat langka dijumpai di kota lainnya.

Pohon bakau terlihat tinggi da…