Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 24, 2008

Penyewaan Hutan Lindung Berbahaya

JAKARTA, -Penyewaan hutan lindung untuk kegiatan pertambangan, seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2008 sangat membahayakan dari sisi konservasi. Selain itu, peraturan pemerintah tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Pasal 38 Ayat 4 yang melarang melakukan penambangan terbuka di kawasan hutan lindung. Adapun di Pasal 19 Ayat 2 dinyatakan, perubahan peruntukan kawasan hutan harus dengan persetujuan DPR.

Demikian pernyataan sejumlah akademisi, anggota DPR, dan penggiat lingkungan yang dimintai komentar, seputar keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) No 2/2008 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan di Luar Kegiatan Kehutanan. Dalam PP tersebut diizinkan alih fungsi hutan produksi dan hutan lindung dengan tarif sewa sangat murah.

"Sangat picik kalau menganggap nilai ekonomi lebih besar daripada jasa lingkungan. Apa arti semua ini…

Puisi : Hijaukan Tanah Ini

Ini ada puisi menarik yang dikirim oleh seorang blogger Nenen Gunadi (www.nenensnest.com) kepada redaksi Greenpress yang berjudul " Hijaukan Tanah Ini" Menurut Nenen, puisi itu sengaja ia buat sebagai bentuk rasa sedih akan hancurnya hutan-hutan di Indonesia. Semoga kita semua tersadarkan dengan puisi itu (Red)


HIJAUKAN TANAH INI

Ketika pohon-pohon nan hijau bertumbangan
udara mulai memanas nan menyengat
Air dan lautan mulai keruh menghitam
Penghuni dalam lautan meratap sekarat tak berdaya
Tanah mulai meradang gersang dan berasap tebal
Binatang-binatang punah korban pembantaian brutal manusia
Dan terakhir manusia-manusia musnah korban pembantaian keserakahan
Bayangkan…, begitu seram masa depan tanah ini.


Aneh…, justru manusia-manusia saling menuding dan saling berkata benar
Nyatanya tanah ini merintih, merana, dan berdarah
Adakah suatu hukum yang adil ditanah ini ?
Atau suatu hukum sedang sembunyi ketakutan ?
Gara-gara kelompok manusia serakah yang kejam
Berakibat pembantaian masal hewan-…

Kabut Asap Sampai Kota Jambi

Jambi - Kabut asap dari kebakaran hutan di Provinsi Riau sejak Sabtu sudah menjangkau Kota Jambi, meski dilaporkan belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Saifudin.


Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Provinsi Jambi, Remus L Tobing, dimintai keterangannya pada Minggu pagi mengatakan, kabut asap yang terjadi Sabtu (23/2) memang berasal dari kebakaran hutan di Riau, namun yang terjadi Minggu adalah kabut yang muncul secara alami karena perubahan cuaca.

Kabut yang terjadi Minggu pagi sejak pukul 06.00 WIB, katanya, merupakan kabut radiasi yang ditimbulkan akibat pemanasan yang tinggi disertai hujan sehingga menimbulkan kumpulan uap.

Akibat kabut itu jarak pandang manusia menjadi terbatas hanya 200 meter, namun kabut akan berangsur hilang diterpa sinar matahari.

Dikhawatirkan bila di provinsi tetangga Riau tidak turun hujan maka kabut asap akibat pembakaran lahan itu akan kembali muncul di Jambi terbawa angin.

Kabut asap akibat pembakaran lahan itu akan lama hil…