Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 26, 2008

Von Hernandez, Pimpin Greenpeace Asia Tenggara

Ketgam : Von Hernandez berada di timbunan sampah di Manila. Foto:Dok Greenpeace.

Jakarta, Emmy Hafild Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara Periode tahun 2005 – 2008 yang telah berakhir masa jabatannya, digantikan Von Hernandez yang selama ini juga memperkuat kampanye bahan racun organisasi pencinta lingkungan terbesar di dunia ini.

Von Hernandez dikenal luas saat kampaye yang mengeksposes pembuangan dan pencegahaan pembakaran sampah yang menjadi penyebab polusi tertinggi di Asia tenggara. Perjuangan tersebut menghantarkan ia mendapat penghargaan Goldman di tahun 2003, atau setara dengan hadiah nobel bagi para aktivis lingkungan.

Von Hernandez menjadi orang Filipina pertama yang mendapat penghargaan tersebut. Penerima penghargaan tersebut sebelumnya adalah Wangari Maathai. Di tahun 2007, Von Hernandez terpilih menjadi salah satu pahlawan lingkungan versi majalah TIME untuk kampaye yang sama.

Lebih dari lima belas tahun Von Hernandez berkecimpung sebagai aktivis lingkungan. Ia m…

Sanitasi Buruk Picu Kematian Anak

Jakarta,- Sanitasi buruk dan minimnya pasokan air minum ditenggarai menjadi utama meningkatnya angka kematian anak.

Berdasarkan Direktorat Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan seperti yang dikutip Kantor Berita Antara menyebutkan, di Indonesia terdapat empat dampak besar kesehatan yang disebabkan pengelolaan air dan sanitasi yang buruk, yakni diare, tipus, polio, dan cacingan.

Hasil survei pada 2006 menunjukkan bahwa kejadian diare pada semua usia di Indonesi adalah 423 dari tiap 1.000 orang, dan terjadi 1-2 kali per tahun pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun.

Pada 2001, angka kematian rata-rata yang diakibatkan diare adalah 23 di tiap 100.000 orang penduduk, sedangkan angka yang lebih tinggi terjadi pada kelompok anak berusia di bawah 5 tahun, yaitu 75 per 100.000 orang.

Sementara kematian anak berusia di bawah tiga tahun akibat diare adalah 19 persen, dengan kata lain sekitar 100.000 anak meninggal dunia tiap tahunnya akibat diare.

Sanitasi yang buruk juga menimbulkan penyaki…

Jalan Logging APP, Ancam Hutan Penyimpan Karbon Terbesar di Dunia

Kondisi lahan hutan alam di Semenanjung Kampar yang kaya lahan gambut yang telah dikonversi serta kayunya dipasok kayunya kepada pabrik pengolahan pulp APP. Foto : EoF

Pekanbaru – Pembangunan jalan logging yang memotong jantung hutan gambut di Semenanjung Kampar, Riau dilakukan perusahaan-perusahaan gabungan Asia Pulp and Paper (APP) dinilai membahayakan kelangsungan ekosistem Kampar yang merupakan salah satu hutan penyimpan karbon terbesar di dunia.

Berdasarkan laporan investigasi dipublikasikan Eyes on the Forest (EoF) melalui situs resminya menyebutkan perusahaan-perusahaan gabungan Asia Pulp & Paper (APP) belum lama ini membuka sebuah jalan logging yang memotong jantung hutan gambut penting di Semenanjung Kampar, Riau.

Hutan gambut ini memiliki ekosistem hidrologis yang sangat langka yang berfungsi sebagai salah satu penyimpan karbon terbesar dunia, yaitu dengan jumlah simpanan karbon per hektar lebih banyak daripada ekosistem lainnya di dunia.

Investigasi EoF pada Maret dan Ap…

Bertani Sambil Menjaga Hutan Pandeglang

Kebuntuan komunikasi antara warga Saninten Kabupaten Pandeglang dengan Perhutani dan Pemda setempat dalam pengelolaan hutan di Gunung Akar Sari bisa dicairkan dengan cara duduk bersama.Berikut ulasannya.

Oleh : Marwan Azis.

Hutan Gunung Akar Sari bagaikan nyawa bagi warga Desa Saninten Kecamatan Kaduhejo Kabupaten Pandeglang. Kawasan Gunung Akar Sari secara turun temurun digunakan warga setempat sebagai areal budidaya pertanian dan perkebunan. Tak hanya itu hutan Gunung Akar Sari juga berfungsi sebagai menarah air bagi sebagian besar warga Pandeglang.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) menyebutkan, 9 sumber air dengan debit yang cukup bervariasi dimanfaatkan warga Kecamatan Kaduhejo semuanya berasal di dalam kawasan hutan.

Di Desa Saninten sedikitnya terdapat 7 sumber mata air yang dimanfaatkan, 4 diantaranya terdapat didalam hutan yaitu meliputi sumber mata air Cingahalang yang berada di hutan alam, Ciguha Putih, Cijalaksana dan Cikoneng (…